Tasyakuran Masjid Hasyim Asy'ari, Said Aqil: Ini Bukan Kampanye  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Ahok - Djarot bertemu Ketua Umum PB NU Said Aqil Sirodj dan jajarannya di kantor PB NU, Jakarta, Senin, 10 April 2017. (instagram.com/basukibtp)

    Pasangan Ahok - Djarot bertemu Ketua Umum PB NU Said Aqil Sirodj dan jajarannya di kantor PB NU, Jakarta, Senin, 10 April 2017. (instagram.com/basukibtp)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri tasyakuran Masjid Hasyim Asya'ri didampingi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, Senin, 17 April 2017.

    Acara tasyakuran diawali oleh salat magrib, yasinan, dan salat isya. Kemudian Djarot didampingi Said Aqil memotong tumpeng nasi kuning sebagai simbol syukur.

    "Nama masjid ini diambil dari pendiri NU, tokoh nasional, pahlawan nasional, kakek Gus Dur, KH Hasyim Asy'ari, tokoh Islam yang nasionalis. Maka tumpeng ini kami serahkan kepada Ketua Umum PBNU," ucap Djarot sebelum memotong tumpeng.

    Baca: DKI: Bukan Masjid Raya Daan Mogot Tapi Masjid KH Hasyim Asyari

    Dalam sambutannya, Said mengucapkan terima kasih kepada Djarot karena Masjid Raya Hasyim Asya'ri akhirnya selesai dibangun. "Ini bukan kampanye," ujarnya.

    Said juga sempat menjelaskan latar belakang pemberian nama masjid di Daan Mogot tersebut. Dia menyatakan Hasyim Asy'ari merupakan ulama yang sangat nasionalis.

    "Masjid ini diberi nama Hasyim Asy'ari karena beliau ulama besar dalam merebut kemerdekaan dan melawan penjajah. Tidak ada ulama besar di dunia yang mempunyai jargon membela tanah air bagian dari iman selain beliau," ujar Said.

    Dia juga berharap masjid tersebut menjadi simbol agama Islam yang moderat dan toleran.

    BENEDICTA ALVINTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.