Lingkaran Survei Prediksi Anies-Sandi Menang karena 4 Faktor Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djarot Saiful Hidayat berbincang dengan pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, 12 April 2017. Debat kali ini bertemakan 'Dari Masyarakat Untuk Jakarta' serta adanya pertanyaan dari berbagai komuitas yang diundang oleh KPU DKI Jakarta. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Djarot Saiful Hidayat berbincang dengan pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, 12 April 2017. Debat kali ini bertemakan 'Dari Masyarakat Untuk Jakarta' serta adanya pertanyaan dari berbagai komuitas yang diundang oleh KPU DKI Jakarta. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A. merilis hasil survei terbarunya mengenai pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017. Peneliti dari LSI, Ardian Sopa, mengatakan hasil survei terbaru menunjukkan bahwa pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno relatif unggul dibandingkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat.

    "Jadi, jika pilkada dilakukan saat survei dilaksanakan, DKI Jakarta akan punya gubernur baru yang bernama Anies Baswedan,” ujar Ardian di Jakarta, Kamis, 13 April 2017. Survei dilakukan pada 7-10 April 2017 di Jakarta, secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error 4,8 persen.

    Baca: Gerindra Kerahkan Kader Daerah Jaga TPS di Pilkada DKI 19 April

    Menurut dia, pasangan Anies-Sandi unggul sekitar 51,4 persen, sedangkan Ahok-Djarot sekitar 42,7 persen. Ardian memaparkan empat isu penting yang mempengaruhi dinamika suara kedua pasangan calon tersebut. “Pertama adalah kepuasan. Kita tidak bisa pungkiri bahwa masyarakat puas terhadap kinerja Pak Ahok,” ujarnya.

    Sebanyak 73 persen masyarakat, kata dia, menyatakan puas dengan kinerja Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, ujar dia, tingkat kepuasan tersebut tidak terkonversi menjadi suara karena image personal Ahok di mata masyarakat.

    Simak: Kenapa Ahok Anggap Anies Membingungkan Soal Anak Putus Sekolah?

    Ardian menjelaskan isu kedua yang mempengaruhi elektabilitas Ahok-Djarot, yaitu menurunnya tren isu penistaan agama di mata masyarakat. “Karena semakin dia tidak dianggap penista agama, orang lebih memilih dia ketimbang pasangan lainnya,” ujarnya.

    Ketiga, isu masyarakat Jakarta tidak ingin dipimpin terdakwa menguntungkan Anies-Sandi. Dalam hasil surveinya, 55,4 persen responden tidak rela gubernur DKI terpilih adalah seorang terdakwa penista agama. Terakhir, mayoritas responden menginginkan gubernur baru. Sebanyak 54,1 persen responden ingin mempunyai gubernur baru.

    AMMY HETHARIA | KSW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.