Rabu, 24 Oktober 2018

Hadiri Haul Soeharto, Anies: Belajar Sejarah untuk Masa Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengunjung haul Supersemar di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, 11 Maret 2017. Timses Anies-Sandi

    Suasana pengunjung haul Supersemar di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, 11 Maret 2017. Timses Anies-Sandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, datang ke acara haul Presiden RI ke-2 Soeharto dan Surat Perintah Sebelas Maret, yang digelar di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Sabtu malam, 11 Maret 2017. Menurut dia, peringatan haul ini dapat dijadikan pelajaran mengenai sejarah bangsa Indonesia bagi masyarakat.

    Baca juga: Hadiri Haul Soeharto, Mobil Djarot Dilempar Botol

    "Indonesia punya begitu banyak peristiwa bersejarah. Tugas kita adalah belajar dari sejarah untuk masa depan. Jadi, menengok ke belakang bukan sekedar untuk mempelajari masa lalu tapi mengambil hikmahnya untuk Indonesia ke depan," kata Anies di Masjid At-Tin. Ribuan orang datang di acara dengan Imam Besar FPI Rizieq Shihab tampil sebagai pembicara.

    Anies mengatakan, peristiwa-peristiwa di masa lampau juga dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan. "Betapa pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan dalam berbangsa. Peristiwa bersejarah bisa kita ambil hikmahnya untuk menjaga persatuan."

    Menurut Anies, Soeharto merupakan sosok seorang pemimpin yang mengutamakan pembangunan. Dia menilai, setiap manusia memang memiliki kekurangan, termasuk Soeharto. "Tapi banyak pelajaran kepemimpinan yang bisa kita ambil dari figur Pak Harto," tuturnya.

    Dalam acara tersebut, anak-anak Soeharto tampak datang, seperti Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Siti Hediati Hariyadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

    ANGELINA ANJAR SAWITRI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.