Jumat, 16 November 2018

Rano-Embay Kedodoran, Ketua PDIP Kota Tangerang Dicopot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hitung Cepat LSI, Andika Hazrumi Unggul Tipis dari Rano Karno. TEMPO/Darma Wijaya

    Hitung Cepat LSI, Andika Hazrumi Unggul Tipis dari Rano Karno. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Tangerang - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencopot jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Tangerang Hendri Zein. Posisi Hendri digantikan Ananta Wahana sebagai Pelaksana Harian DPC PDIP Kota Tangerang. Ananta merupakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Provinsi Banten.

    Dalam surat keputusan pemberhentian yang beredar di kalangan media massa, pencopotan Hendri ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Dalam dua lembar surat keputusan Nomor 221/KPTS/DPP/II/2017 tertanggal 17 Februari 2017 itu, pencopotan Hendri didasari tujuh pertimbangan.

    Baca: Rano-Embay Tolak Hasil Hitung KPU Kota Tangerang

    Pada poin ke-5 disebutkan evaluasi DPP PDIP terhadap sikap, tindakan, dan perbuatan Hendri yang tidak mengindahkan peringatan keras, dan terakhir terkait dengan pemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang diusung PDIP.

    Hendri juga dianggap melanggar kode etik dan disiplin partai karena tidak menghadiri rapat koordinasi pemenangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief dan tanpa koordinasi menggelar konferensi pers ihwal isu sensitif tentang komunisme.

    Berkaitan dengan pilkada Banten 2017, karena sudah memasuki tahapan penghitungan suara, maka perlu pengawalan dan pengamanan suara. PDIP menugaskan pelaksana harian mengambil langkah menggantikan peran Ketua DPC PDIP Kota Tangerang.

    Simak: KPU Banten: Hasil Pungutan Ulang Langsung ke Real Count KPU

    Sepanjang pengamatan Tempo, Hendri tidak pernah terlihat hadir di posko Rano-Embay di Modern Land. Bahkan pada Jumat, 17 Februari 2017, setelah surat pencopotan beredar, telepon seluler Hendri tidak aktif. Dalam ponsel Tempo tertulis nomor yang dihubungi berada di negara yang tidak ada fasilitas WhatsApp.

    Ananta menjawab pertanyaan Tempo apakah ditugaskan menggantikan Hendri, tapi dia meminta agar tidak menjadi konsumsi media. Selanjutnya, dia mengatakan, "Jangan saya, waktunya kurang tepat, saya fokus pada kecurangan dan pelanggaran pasangan calon nomor 1," katanya.

    Lihat: Pilkada Bekasi, Ahmad Dhani Hanya Menang di 3 Kecamatan Ini

    Di Kota Tangerang, Rano-Embay kalah telak dengan persentase fantastis, yakni 33,3 persen, dan Wahidin dengan raihan suara 66,7 persen. Tim hukum Rano-Embay telah melaporkan ke Bawaslu Banten tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan nomor 1 secara terstruktur, sistematis, dan masif di Kota Tangerang.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.