Rekap Formulir C1, Diky Chandra Kalah di Kota Tasikmalaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dicky Chandra. ANTARA/Feri Purnama

    Dicky Chandra. ANTARA/Feri Purnama

    TEMPO.CO, Bandung - Hasil penghitungan suara dari pengumpulan 100 persen scan formulir C1 yang dikumpulkan KPU di Kota Tasikmalaya mendapati jumlah suara pasangan calon wali kota nomor urut 2, Budi Budiman-Muhammad Yusuf terbanyak dengan meraih 40,05 persen, disusul perolehan suara pasangan nomor 3, Dede Sudrajat-Asep Hidayat Surdjo, dengan 37,40 persen suara. Sementara pasangan nomor urut 1, Diky Chandranegara dan Denny Romdony, berada di urutan buncit dengan perolehan 22,55 persen suara.

    “Ini gunanya memberikan gambaran kepada masyarakat secara tepat hasil pemungutan suara,” kata Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat saat dihubungi Tempo, Kamis, 16 Februari 2017.

    Yayat mengatakan, hasil perhitungan suara yang ditampilkan di situs KPU itu berasal dari pengumpulan hasil perolehan suara yang tercatat di formulir C1 yang dipegang penyelenggara serta salinannya diberikan kepada saksi dan pengawas. “Semuanya dikumpulkan di kabupaten/kota, kemudian hasil scan-nya langsung diunggah ke pusat data di KPU,” kata dia.

    Menurut Yayat, hasil perolehan suara yang ditampilkan online itu sengaja sebagai alat kontrol untuk meminimalisir risiko penggelembungan suara saat proses rekapitulasi manual berjenjang dari TPS hingga KPU kabupaten/kota. “Siapa pun bisa mengontrol jalannya rekapitulasi berjenjang itu,” kata dia.

    Yayat mengatakan, KPU kerap mendapat sorotan karena kecurigaan terjadinya penambahan hingga pengurangan suara. “Ada kecurigaan itu dan sempat terbukti dalam beberapa kasus menunjukkan itu ada. Diharapkan dengan adanya ini, penyelenggara pemilu akan berpikir ulang kalau mau bermain karena semua orang sudah tahu,” kata dia.

    Adapun Kota Tasikmalaya terdiri dari 10 kecamatan. Perolehan suara pasangan Budiman-Yusuf unggul di 7 kecamatan. Sementara pasangan Dede-Asep unggul di 3 kecamatan dan pasangan Diky-Denny berada di urutan paling buncit di 8 kecamatan. Namun di Kecamatan Cihideung dan Kawalu, Diky-Denny berada di posisi dua di antara pasangan calon wali kota lainnya.

    Sementara hingga jelang pukul 10 pagi ini, data formulir C1 yang masuk hasil pilkada Kota Cimahi baru 77,04 persen atau hasil perolehan suara 755 TPS dari 980 TPS di kota itu. Hasil sementara mendapati pasangan calon Wali Kota Cimahi nomor urut 3, Ajay Muhammad Priatna-Letkol (purn) Ngatiyana unggul sementara dengan perolehan 40,62 persen, disusul pasangan nomor urut 2, Asep Hadad Didjaya-dr R. Adj. Irma Indriyani, dengan perolehan 30,47 persen suara. Posisi petahana yang kini ditahan KPK, Atty Suharti, yang berpasangan dengan Achmad Zulkarnain berada di posisi paling buncit dengan perolehan 28,91 persen.

    Hasil pengumpulan formulir C1 Kabupaten Bekasi yang ditampilkan di situs KPU pada yang sama baru 7,91 persen atau 313 TPS dari 3.958 TPS di daerah tersebut. Hasil sementara calon bupati petahana nomor urut 5, Neneng Hasanah Yasin yang berpasangan dengan Eka Supria Atmaja, unggul dengan 50,38 persen suara.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.