Tekan Golput, TPS di Batu Ini Tampil Bak Markas Pejuang 45

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskot Pilkada Kota Batu di alun-alun kota. TEMPO/Abdi Purmono

    Maskot Pilkada Kota Batu di alun-alun kota. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Batu -Suasana perjuangan kemerdekaan terlihat saat memasuki Tempat Pemungutan Suara (TPS) 14 Junrejo, Kota Batu. Sejumlah bambu runcing, meriam, radio antik, mesin ketik dan sepeda angin antik menyambut para pemilih dalam Pemilihan Wali Kota Batu, Rabu 15 Februari 2017. 

    Alunan lagu-lagu kemerdekaan sayup-sayup terdengar dari pengeras suara. Sebuah spanduk bertulis 'Selamat datang di markas perjuangan demokrasi' turut menyambut warga yang akan menggunakan hak suaranya.

    "Ini ide bersama, dibahas setelah dibentuk panitia pemungutan suara," kata Ketua Panitia Pemungutan Suara Dodi Winarno. TPS didandani dengan ornamen markas para pejuang kemerdekaan dilakukan untuk meningkatkan jumlah pemilih.

    Agar pemilih bergairah menggunakan hak suaranya dalam Pilkada Kota Batu. Apalagi selama ini Pilkada identik dengan pertarungan dan perseteruan antar calon. Kadang situasi memanas dan menimbulkan perseteruan. "Supaya nasionalisme meningkat, dan mengingat jasa para pahlawan," ujarnya. 

    Baca : 100 Pemantau Negara Asing Pantai Pilkada Serentak 2017

    Para petugas KPPS mengenakan pakaian pejuang, bertopi pejuang dan mengenakan hasduk. Bahkan mereka menghias ruang pemungutan suara yang menggunakan rumah warga dengan kain berwarna merah dan putih.

    Tombak, dan bambu runcing menghias ruangan. Sedangkan di setiap sisi dinding ruangan ditempeli senapan angin. "Warga semakin bersemangat menggunakan hak pilih," ujarnya.

    Dari total 350 pemilih di 14, sampai sejam menjelang pukul 12.00 sebanyak 245 orang yang menggunakan hak pilih. KPPS berlomba-lomba menghias dan membuat kreasi setelah Komisi Pemilihan Umum akan menilai TPS paling kreatif.

    Selain paling kreatif, juga dipilih TPS yang partisipasi pemilihnya tertinggi. Tujuannya untuk menekan angka golput. Data KPU jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 147.975 orang. 

    Simak pula : Istana Tepis Tudingan SBY Grasi Antasari Bernuansa Politis

    Mereka berhak menyalurkan hak pilihnya melalui 420 TPS yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Batu (193 TPS), Bumiaji (127 TPS), dan Junrejo (100 TPS). Pembuatan tiap TPS berbiaya Rp 750 ribu.

    Adapun Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu 2017 diikuti empat pasangan, satu pasangan di antaranya pasangan independen. Pasangan nomor urut 1, Rudi dan Sujono, diusung Partai Amanat Nasional, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Pasangan nomor urut 2, Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso, dijagokan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Duet Hairuddin dan Hendra Angga Sonatha yang dicalonkan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat bernomor urut 3. Sedangkan pasangan independen bernomor urut 4 adalah Abdul Majid dan Kasmuri Idris.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.