Kapolda Metro : FPI Tak Ikut Long March Aksi 112  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana mengecek kesiapan pasukan saat apel pengamanan jelang aksi zikir dan doa bersama pada 2 Desember di Jakarta, 1 Desember 2016. Sebanyak 3.500 pasukan TNI-Polri mengikuti apel gelar pasukan di Monas untuk mengamankan aksi super damai 212. TEMPO/Frannoto

    Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana mengecek kesiapan pasukan saat apel pengamanan jelang aksi zikir dan doa bersama pada 2 Desember di Jakarta, 1 Desember 2016. Sebanyak 3.500 pasukan TNI-Polri mengikuti apel gelar pasukan di Monas untuk mengamankan aksi super damai 212. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan mengatakan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah berkomitmen untuk tidak mengadakan aksi turun ke jalan pada 11 Februari 2017. Iriawan pun mengapresiasi keputusan FPI tersebut.

    "Rizieq sudah sepakat untuk mengubah long march jadi kegiatan keagamaan, yang disampaikan Habib Novel, (soal aksi longmarch) itu enggak," kata Iriawan di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 9 Februari 2017.

    Baca : Pilkada DKI, Begini Pola Polisi Mengamankan TPS

    Meski begitu, menurut Iriawan, masih ada beberapa kelompok yang belum sepakat dengan hal tersebut. Mengingat aksi 112 sebenarnya diinisiasi oleh Forum Umat Islam (FUI) yang berarti ada banyak kelompok atau ormas yang tergabung. "Ada beberapa kelompok yang sudah sepakat dengan kami untuk tidak turun ke jalan, di antaranya FPI, tapi ada beberapa kelompok yang belum (sepakat)," kata dia.

    Iriawan pun kembali menegaskan, pihaknya tidak memberikan izin karena aksi tersebut akan mengganggu ketertiban umum sesuai dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di depan umum. Menurut dia, saat long march pasti akan ada teriakan yel-yel yang berpotensi mengganggu ketertiban. Pun dengan rencana aksi berjalan dari Monas ke Bundaran HI. "Tetap saya larang enggak boleh. Berdoa di masjid saja, saya akan melarang jika ada itu (demo)," kata Iriawan.

    Dia mempersilakan bagi masyarakat yang ingin aksi untuk melakukannnya dengan berdoa atau mengaji. "Kalau hanya berdoa dan mengaji enggak apa-apa, silakan saja. Tapi jangan longmarch karena kalau jalan beramai-ramai begitu malah memicu nanti meneriakan yel-yel," ujarnya.

    Sebelumnya, kepolisian mendapat informasi ada tiga aksi yang akan digelar sebelum dan saat pelaksanaan pilkada DKI Jakarta. Tanggal 11 Februari 2017, rencananya massa akan melakukan long march dari Monas ke Bundaran HI. Esoknya, massa akan melakukan khataman Al Quran di Masjid Istiqlal. Kemudian pada hari pemilihan, massa akan solat shubuh berjamaah di masjid dan musala lalu menuju tempat pemilihan suara masing-masing untuk ikut mengawasi jalannya pemungutan suara.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.