Senin, 26 Februari 2018

Ini Alasan Djan Faridz Ajak Kaum Nahdliyin Dukung Ahok

Oleh :

Tempo.co

Senin, 6 Februari 2017 08:37 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini Alasan Djan Faridz Ajak Kaum Nahdliyin Dukung Ahok

    Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama menghadiri istigosah kebangsaan warga Nahdliyin DKI Jakarta di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Ahad malam, 5 Februari 2017. Tempo/Danang

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz menilai calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah mampu membuktikan kepemimpinannya di Jakarta. Ia mengatakan Basuki alias Ahok adalah pemimpin yang memperhatikan umat Islam, misalnya berencana membangun lima masjid agung di setiap kota di DKI Jakarta.

    Dalam acara istigosah kebangsaan bagi warga Nahdliyin pada Ahad malam, 5 Februari 2017, Djan mengajak ratusan peserta istigosah untuk memilih pemimpin yang sudah terbukti. “Ibu-ibu cukup ikuti saya yang memilih beliau (Ahok),” kata dia di Jalan Talang, Jakarta Pusat.

    Baca : Hadiri Acara PPP, Ahok : Pejabat Publik Harus Santun

    Menurut Djan, Ahok juga akan memperhatikan pendidikan madrasah. Calon gubernur petahana itu disebut akan menyamakan madrasah dengan sekolah negeri. Tidak hanya itu, Ahok juga disebut bakal memberikan tunjangan bagi ustaz dan ustazah.

    Sementara itu Ahok berterima kasih karena telah diundang dalam acara istigosah tersebut. Ia bahkan menitip pesan agar istigosah bisa dilakukan rutin, misalnya sebulan sekali. “Kalau mau undang saya, ngaturnya malam Jumat, tiap Kamis malam,” kata dia.

    Baca : Debat Pilkada DKI Terakhir, Ini Harapan KPU

    Ahok membenarkan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian bagi umat Islam. Misalnya untuk marbot, dia berencana akan memberikan fasilitas naik Transjakarta gratis. Selain itu, dia juga akan memberangkatkan umroh bagi 3.000 marbot.

    Menurut Ahok, keberhasilan dia menjadi pemimpin juga berkat doa dari seluruh umat beragama, termasuk dari para warga Nahdliyin. "Nahdlatul Ulama adalah penjaga kebhinnekaan," ujarnya.

    Ahok teringat kata-kata Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, bahwa apabila belajar agama Islam tapi tidak mampu memberikan rahmatan lil ‘alamin, pasti ada yang salah. Ia juga mengklaim teman-teman NU telah mendukungnya. "Saya meminta doa agar pasca pilkada ini tetap bisa bertugas," kata dia.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.