Debat Pilkada DKI, JK: Serang Pribadi Tak Bisa Dihindari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi pernyataan usai berjalan di overpass Pelangi Antapani, Bandung, Jawa Barat, 24 Januari 2017. Jembatan ini akan menjadi model terkini pembangunan jembatan di Indonesia termasuk pembuatan fly over di atas lintasan kereta api sebidang. TEMPO/Prima Mulia

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi pernyataan usai berjalan di overpass Pelangi Antapani, Bandung, Jawa Barat, 24 Januari 2017. Jembatan ini akan menjadi model terkini pembangunan jembatan di Indonesia termasuk pembuatan fly over di atas lintasan kereta api sebidang. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan menyerang pribadi dalam debat pilkada DKI Jakarta maupun debat pilkada di daerah lain tak bisa dihindari. Namun, dibanding debat di negara seperti lain seperti Amerika, Indonesia dianggap masih jauh lebih sopan.

    "Masih lumayan kita, coba di Amerika, Trump dan Hillary saling serang masalah pribadilah. Macam macam, istri bagaimana, macam-macam kan. Kita lumayan dibanding dengan luar negeri, masih lumayan kita, masih lebih sopan," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jumat, 27 Januari 2017.

    Baca: Debat Pilkada DKI, Temanya Dinilai Menguntungkan Ahok-Djarot

    Debat pilkada DKI Jakarta kedua akan digelar malam ini, Jumat, 27 Januari 2017. Acara yang disiarkan langsung melalui 12 televisi nasional itu akan berlangsung selama 150 menit dan dimulai pukul 19.30 WIB. Debat akan dimoderatori Eko Prasodjo dan Tina Talisa. Dalam debat pertama beberapa waktu lalu, saling serang pribadi antar kandidat sudah mulai terlihat.

    Menurut Kalla, masyarakat bukan hanya memilih program, tapi juga orangnya. "Kalau hanya programnya yang dipilih orang, mungkin yang dipilih profesor, yang pintar yang dipilih orang kan. Tapi apakah orang itu dapat melaksanakannya, di situ dinilai personalnya," kata Kalla.

    Baca: Debat Pilkada DKI, Tiga yang Baru Dibanding Debat Sebelumnya

    Pada debat malam ini, KPU akan membuat sesi debat menjadi enam segmen. Pertama, masing-masing pasangan calon akan menyampaikan visi-misi dan program kerja unggulan soal reformasi birokrasi, pelayanan publik dan penataan tata ruang kota. Pada sesi kedua dan ketiga, ada pertanyaan dari panelis kepada setiap pasangan. Setelah dijawab, pasangan lain bisa memberikan pandangannya terhadap jawaban pasangan lainnya.

    Pada sesi keempat dan kelima, pasangan calon akan bertanya kepada pasangan calon lain terkait tema yang telah ditentukan. Pada sesi keenam, setiap pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan terakhir komitmennya terhadap masyarakat.

    AMIRULLAH SUHADA | GRANDY AJI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.