Debat Pilkada DKI, Ini Alasan KPU Pakai Dua Moderator  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU DKI Jakarta menunjukkan contoh kartu suara Pilkada DKI Jakarta di kantornya pada Rabu, 11 Januari 2017. Tempo/Avit Hidat

    Ketua KPU DKI Jakarta menunjukkan contoh kartu suara Pilkada DKI Jakarta di kantornya pada Rabu, 11 Januari 2017. Tempo/Avit Hidat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Jakarta akan menggunakan dua moderator dalam debat kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada Jumat, 27 Januari 2017. Dua moderator yang telah dipilih adalah Eko Prasojo dan Tina Talisa.

    "Ini ada dua moderator, satu presenter dan satu lagi akademisi," kata Sumarno, di kantornya, Rabu, 25 Januari 2017. Pada debat sebelumnya, hanya ada satu moderator, yakni Ira Koesno yang merupakan mantan presenter televisi.

    Baca: Debat Soal Tata Kota, Ini Sikap 3 Cagub DKI tentang Reklamasi

    Sumarno mengatakan, jika pada debat pertama lalu moderator hanya membacakan pertanyaan dari panelis, nantinya moderator juga bisa mengembangkan pertanyaan. "Moderator bisa berimprovisasi," kata dia. Menurut dia, hal ini untuk membangun suasana debat yang lebih hidup.

    Eko diketahui sebagai guru besar Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Indonesia. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendayaan Aparatur Negara. Sedangkan Tina adalah presenter berita di sejumlah televisi swasta.

    Penunjukan keduanya diklaim telah melalui pengamatan sebelumnya. KPU menilai Eko dan Tina memiliki independensi sehingga dianggap tak memiliki kepentingan dan kedekatan dengan ketiga pasangan peserta pilkada 2017 DKI.

    Debat terbuka kedua pilkada DKI digelar pada Jumat, 27 Januari, di Hotel Bidakara. Debat ini akan ditayangkan langsung oleh 12 stasiun televisi. Siaran langsung debat terbuka akan dimulai pada pukul 19.30 WIB, karena KPU menambah durasi debat menjadi 150 menit. Tema debat kedua adalah reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan penataan tata ruang kota.

    GRANDY AJI | DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.