Sylviana Terlibat Kasus, Ramai Tagar #AHYCagubJomblo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan kampanye bersama warga Kelurahan Tugu Selatan, Jakarta Utara, 9 Januari 2017. Tempo/Ammy Hetharia

    Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan kampanye bersama warga Kelurahan Tugu Selatan, Jakarta Utara, 9 Januari 2017. Tempo/Ammy Hetharia

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial Twitter pagi ini heboh dengan trending topic #AHYCagubJomblo. Kicauan itu merujuk pada calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang kerap disapa AHY.

    Hingga pukul 10.30 WIB, topik tersebut masih menjadi sepuluh trending topic pengguna Twitter di Indonesia. Tanda pagar itu banyak dicuitkan netizen sebagai bahan pembicaraan.

    Baca: Demokrasi dan Ekonomi Kuat, AHY: Jakarta Kota Kelas Dunia

    Tagar itu pertama kali disebut oleh akun @TanpaDelusi. "Kalo sampe Mpok Sylvi jadi tersangka... Jangan2 #AHYCagubJomblo dong?" kicau De'Lusi dalam akun Twitter-nya, Rabu, 25 Januari 2017.

    Tak cukup di situ, De'Lusi kembali berkicau. "Guys.... Dr bansos sampai dana pembangunan masjid, terindikasi Mpok Sylvi terlibat. Ada gak yg mau nemenin seandainya #AHYCagubJomblo??" ujarnya dengan menambahkan emotikon tertawa.

    Tanda pagar itu kemudian menjadi ramai di Twitter. Beragam posting-an diserukan netizen dengan tagar yang sama. Seperti misalnya Richardo Tio. "Pagi-pagi ada hestel #AHYCagubJomblo.. Ngakak sampai planet Jupiter... HAHAHAHAHAHERRRR," ucap pemilik akun @Richardotio.

    Ada juga netizen Juniva Ana Dewi, yang berkicau mengindikasikan cuitan yang ia maksud ditujukan kepada pasangan calon Agus-Sylvi. "Cek toko sebelah, tragis sekarang nasibnya:udh elektabilitas mlorot, cawagubnyapun terindikasi kasus korupsi. trs #AHYCagubJomblo dong ya.prihatin," ucap pemilik akun @Irene40927749.

    Tagar itu muncul seusai Sylviana Murni menghadiri pemeriksaan terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi pada 20 Januari 2017. Wanita yang akrab disapa Mpok Sylvi itu datang memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Ia dimintai keterangan tentang penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta untuk tahun anggaran 2014 dan 2015. Saat itu, Sylvi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta sekaligus Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta.

    Selain kasus itu, Sylvi terlibat dalam kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Al Fauz di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Sylvi menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat saat masjid tersebut mulai dibangun pada 2010.

    DESTRIANITA | REZKY ALVIONITASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.