Survei LSI: Sentimen Agama Menentukan di Pilkada DKI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby (kanan) memaparkan hasil survei berjudul 'Mayoritas Publik DKI Jakarta Inginkan Gubernur Baru' di gedung Graha Dua Rajawali LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 14 Desember 2016. TEMPO/Lani Diana

    Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby (kanan) memaparkan hasil survei berjudul 'Mayoritas Publik DKI Jakarta Inginkan Gubernur Baru' di gedung Graha Dua Rajawali LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 14 Desember 2016. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.COJakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mencatat adanya peningkatan sentimen agama pada warga Jakarta menjelang pemilihan gubernur pada 15 Februari mendatang. 

    "Pada periode Januari 2017, sentimen agama warga Jakarta mencapai 71,4 persen," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, di kantornya pada Selasa, 24 Januari 2017.

    Baca juga:
    Survei LSI: Agus dan Anies Kini Lebih Disukai Ketimbang Ahok
    Tingkat Elektabilitasnya Kembali Naik, Begini Reaksi Ahok

    Ardian mengatakan, pada Maret 2016, sentimen warga tentang agama hanya 40 persen. Kemudian merangkak naik pada Oktober 2016 menjadi 55 persen. Dia menjelaskan bahwa 71,4 persen responden menganggap sentimen agama sangat penting.

    "Sentimen agama menjadi variabel sangat menentukan menang dan kalahnya calon gubernur Jakarta," ucap Ardian. 

    Menurut dia, kenaikan sentimen itu terkait dengan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal ini juga didukung sikap MUI yang menegaskan bahwa Ahok menistakan agama.

    "Sikap MUI ini menjadi bensin bagi kemarahan publik, ibarat rumput kering disiram bensin," tuturnya. Sentimen agama semakin menguat saat adanya Aksi Bela Islam hingga tiga kali. Kemudian ditambah adanya penetapan status tersangka terhadap Ahok atas kasus penistaan agama.

    Kekuatan pro-kontra media sosial juga mengerek tingginya polarisasi agama. Sentimen anti-Ahok mencapai level pada mayoritas pemilih muslim. Hingga kini, mayoritas pemilih muslim menganggap Ahok telah menistakan agama.

    Simak juga:
    Mengapa Warga Ingin Gubernur Baru di Jakarta? Ini Survei LSI

    Sentimen itu dianggap merugikan Ahok sebagai inkumben Gubernur DKI Jakarta. Dukungan terhadap Ahok merosot dari 59,3 persen pada Maret 2016 menjadi 27,1 persen pada Desember 2016. Angka dukungan terhadap Ahok baru merangkak naik menjadi 32,6 persen pada Januari 2017.

    Data ini diperoleh Ardian setelah menggelar survei dengan 880 responden pemilih Jakarta. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 3,4 persen.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.