Demokrasi dan Ekonomi Kuat, AHY: Jakarta Kota Kelas Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mendatangi apel siaga relawan dengan menggunakan motor ATV di EX Golf Driving Range Senayan, Jakarta, 21 Januari 2017. TEMPO/Arkhelaus

    Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mendatangi apel siaga relawan dengan menggunakan motor ATV di EX Golf Driving Range Senayan, Jakarta, 21 Januari 2017. TEMPO/Arkhelaus

    TEMPO.CO, Jakarta -  Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pembangunan ideal untuk DKI Jakarta harus menggunakan sistem ruang kehidupan lengkap. "Ruh dari kota ini adalah manusianya," kata Agus di Jakarta Selatan, Selasa, 24 Januari 2017.

    Agus berharap Jakarta semakin tumbuh berkembang sebagai kota yang maju dan moderen tetapi tidak kehilangan karakternya. "Mengakar pada jati diri bangsa Indonesia," kata dia. AHY tidak merinci apa yang dimaksudnya dengan kota maju dan berkarakter. Namun, Agus menegaskan ingin meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

    "Secara beriringan kita tentu perlu menyiapkan berbagai infrastruktur yang mendukung kehidupan masyarakat," kata anak sulung mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ini.

    Kelengkapan infrastruktur kota Jakarta, lanjut Agus, diharapkan bakal membuat pembangunan Jakarta berkesinambungan. "Makanya saya memiliki program yang secara spesifik mengatakan harus menjadi kota pintar, kreatif, dan juga ramah lingkungan," kata dia.

    Pada Oktober 2016, Agus mengatakan dia akan menjadikan Jakarta sebagai kota pintar, kreatif, dan tamah lingkungan dengan menggelar program penambahan trasportasi publik hingga penghijauan dan penanaman lima juta pohon.  "Kita berharap proses demokrasi keterbukaan pengembangan manusia semakin baik, dan pada akhirnya akan membentuk sebuah society yang juga sustainable," kata Agus.

    Agus mengatakan sistem demokrasi semakin matang dan ekonomi semakin maju akan membuat Jakarta sebagai Ibukota negara yang membanggakan. "Tidak hanya ibukota negara sesungguhnya tetapi kota global yang berkelas dunia."

    AMMY HETHARIA | BUDI R


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.