Sandiaga Berenang Arungi Laut, Ini yang Terjadi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur Sandiaga S. Uno (kiri) bersama relawan berenang dari pulau Panggang ke pulau Pramuka sebelum kampanye di Kepulauan Seribu, 21 Januari 2017. ANTARA FOTO

    Calon Wakil Gubernur Sandiaga S. Uno (kiri) bersama relawan berenang dari pulau Panggang ke pulau Pramuka sebelum kampanye di Kepulauan Seribu, 21 Januari 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berenang menyeberangi laut dari Pulau Panggang ke Pulau Pramuka. Aksi ini dilakukan untuk memenuhi nazar yang pernah dia ucapkan beberapa bulan lalu. Ia berjanji akan berlari di lima wilayah di DKI Jakarta dan berenang di Kepulauan Seribu jika ditunjuk Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto maju dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017.

    Cuaca cerah saat Sandiaga terjun ke laut untuk memenuhi nazarnya. Gelombang pun terlihat sangat bersahabat. Namun, ketika Sandiaga berada di tengah-tengah antara Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, arus laut berubah seketika. Gelombang pun semakin tinggi.

    Kondisi itu membuat Sandiaga mengubah gaya renangnya dari gaya katak menjadi gaya bebas. Ayunan tangan dan kakinya juga digerakkan lebih cepat agar bisa segera sampai di daratan.

    Setibanya di Pulau Pramuka, Sandiaga langsung bersujud di pinggir pantai. "Cium tanah dulu," kata Sandiaga saat sampai di bibir pantai Pulau Pramuka, Sabtu, 21 Januari 2017.

    Sandiaga dan rombongan melakukan renang terbuka dalam dua sesi yang berbeda. Pertama, ia menyeberangi Pulau Karya ke Pulau Panggang. Saat itu, ia didampingi para nelayan Pulau Panggang. Sandiaga beserta para relawan dan nelayan menyeberangi laut di antara dua pulau yang berjarak sekitar 100 meter itu dengan waktu tempuh sekitar sepuluh menit.

    Walaupun hujan rintik turun dan arus semakin kencang, warga Pulau Panggang tampak antusias menyaksikan aksi Sandi dan rombongan. Mereka tampak memadati dermaga sambil memberikan tepuk tangan dan teriakan penyemangat selama aksi berlangsung.

    Perubahan cuaca saat Sandiaga beraksi disebabkan oleh angin muson barat yang berlangsung dari Oktober sampai April nanti. Musim tersebut turut membawa cuaca tidak menentu di Kepulauan Seribu. Teriknya matahari seketika berubah. Sandiaga beserta relawan dan penduduk setempat yang tengah berenang pun diterjang gelombang tinggi dan hujan.

    CHITRA PARAMAESTI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!