Di Depan Kaum Difabel, AHY: Darah SBY Mengalir pada Saya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Yudhoyono melakukan tanya jawab dengan Cepot dalam acara Sambung Rasa Riungan Warga Sunda di IS Plaza, 22 Desember 2016. TEMPO/Maria Fransisca

    Agus Yudhoyono melakukan tanya jawab dengan Cepot dalam acara Sambung Rasa Riungan Warga Sunda di IS Plaza, 22 Desember 2016. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Agus Yudhoyono kembali melakukan gerilya politiknya pada kampanye pemilihan kepala daerah. Kali ini, ia mendatangi komunitas penyandang disabilitas di Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur. Agus bertemu 100 penyandang cacat di sana.

    Menurut Agus, ia terinspirasi sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono yang perhatiannya sangat besar pada kaum difabel. "Saya juga belajar dari SBY yang selalu memperhatikan nasib dan masa depan masyarakat Indonesia yang tergolong kaum disabilitas. Ingat, setiap tahun saat Presiden (SBY), Istana Merdeka dibuka untuk kaum disabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat peduli, " kata Agus, Jumat, 23 Desember 2016.

    Acara yang selenggarakan di Sekretariat Forum Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) itu di hadiri penyandang tuna netra, cacat tubuh, dan tuna rungu. Agus memberi penegasan tentang garis keturunannya dari SBY, setidaknya bisa memberikan suatu garansi dalam menjanjikan program. "Saya sebagai putra beliau (SBY) tentu darah itu mengalir kepada saya. Karena itu, saya harus bersyukur. Ucapan syukur itu tentunya yang dengan cara berbagi pada yang membutuhkan. Memperhatikan kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan kaum disabilitas." kata Agus.

    Disamping berusaha memperhatikan pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan bagi kaum disabilitas, Agus berharap ia dapat menemukan talenta tersembunyi dari mereka, misalnya di cabang olah raga. Sehingga bisa mengharumkan bukan saja nama DKI, tapi Indonesia di kancah paralimpik. "Itulah sebanya kenapa saya ikut berjuang dalam kompetisi Pilkada Jakarta ini. Karena saya melihat selama ini hanya difokuskan pada pembangunan fisik," kata Agus.

    MARIA FRANSISCA|JH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.