Anies-Sandi Jadikan Rabu sebagai Hari Pertemuan Anak Muda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Anies-Sandiaga dalam debat kandidat di Kompas TV, Kamis, 15 Desember 2016. (kompas.tv)

    Pasangan Anies-Sandiaga dalam debat kandidat di Kompas TV, Kamis, 15 Desember 2016. (kompas.tv)

    TEMPO.COJakarta - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menjadikan Rabu sebagai hari untuk mengambil simpati dari pemilih muda. Acara tersebut dinamakan Rabu Bersama. Acara ini mengumpulkan anak muda di satu tempat untuk berdiskusi bersama Anies dan Sandiaga dengan tema yang berbeda setiap minggu.

    “Hari Rabu memang yang kita bidik pemuda untuk Rabu Bersama karena di situ akan kita angkat dua masalah utama kita, pendidikan dan kewirausahaan, lapangan pekerjaan, dan tentunya yang diharapkan mereka adalah masa depan yang lebih cerah,” kata Anies, Rabu, 21 Desember 2016.

    Internal survei yang dilakukan tim Anies-Sandiaga, kata Anies, menunjukkan 20 persen pemilih di Jakarta adalah anak muda. Karena itu, Anies-Sandiaga gencar melakukan pendekatan kepada first voters dan young voters untuk mengambil hati mereka. “Jadi kami pastikan ada interaksi dan program yang diangkat jadi sangat relevan bagi kalangan muda,” ujar Anies.

    Sorak-sorai para pemuda yang sudah berkumpul di lantai 23 gedung Sovereign Plaza, Cilandak, Jakarta Selatan, membahana menyambut kedatangan pasangan calon tersebut. Mereka menyambut dengan iringan yel-yel Anies-Sandiaga, yang diadaptasi dari lagu Pen Pineapple Apple Pen, yang dipopulerkan penyanyi Jepang, Kosaka Daimao.

    Diskusi kali ini membahas seputar kewirausahaan yang salah satu pematerinya adalah Sandiaga Uno. Salah satu peserta diskusi tersebut, Faruq, mempertanyakan sektor lapangan pekerjaan yang ingin dibuat pasangan calon ini ke depannya. “Lapangan kerja seperti apa?” tanya Faruq.

    Sandiaga menjelaskan akan dibuka lapangan pekerjaan di berbagai sektor, terutama sektor perdagangan, barang-barang konsumsi, dan sektor yang belum banyak tersentuh oleh pengusaha. “Problemanya bukan wirausaha, tapi pendampingan yang tidak ada, lahan usaha tidak ada zonasinya, kita bisa lihat terganjal perizinan, modal. Ini akan diselesaikan dengan program OKOCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship)," katanya.

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ikan Rahasia Dari Amerika

    CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat membuat sebuah robot berbentuk Ikan lele.