Ahok: Program Cetak Pengusaha Anies-Sandi Tak Masuk Akal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Ahok-Djarot dalam debat kandidat di Kompas TV, Kamis, 15 Desember 2016. (kompas.tv)

    Pasangan Ahok-Djarot dalam debat kandidat di Kompas TV, Kamis, 15 Desember 2016. (kompas.tv)

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menilai salah satu program yang ditawarkan pesaingnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang akan mencetak 200 ribu pengusaha, tidak masuk akal. "Pengalaman kami dari catatan dunia yang ada, itu enggak bisa masuk akal 200 ribu. Buat kampanye sih oke lah ya bilang sama semua orang," kata Ahok di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Desember 2016.

    Ahok menuturkan, tidak mudah untuk menghasilkan 200 ribu pengusaha baru di Jakarta. Menurut dia, untuk menghasilkan 200 ribu pengusaha, minimal harus ada 2 juta calon pengusaha. Sebab, kata dia, dalam statistik keberhasilan mencetak pengusaha di dunia, apalagi di Indonesia, peluang keberhasilannya hanya 10 persen. "Gampang enggak? Latihannya gimana, waktunya gimana, modalnya gimana? 2 juta orang kamu modalin sejuta aja Rp 2 triliun lho. Enggak mungkin modal usaha cuma sejuta. Kalau Rp 10 juta berarti Rp 20 triliun. Pelatihan tok. Belom modal ini. Yang berhasil cuma 10 persen," ujarnya.

    Calon inkumben itu juga mengungkapkan, selama ini pemerintah DKI menyiapkan Rp 1 triliun per tahun pinjaman bagi pengusaha. Itu pun, kata dia, hanya terserap Rp 300 miliar. Alasannya, dia menyebutkan banyak pedagang di Jakarta yang penghasilannya belum tercatat di rekening bank.

    Baca: Sandiaga: Kami Menang, Lahir 200 Ribu Pengusaha Muda

    Contoh lainnya, ibu-ibu di Rumah Susun Tambora yang rajin, kini sudah menjadi pengusaha konveksi. Mereka diberi modal dan mesin jahit. Selain itu, pemerintah menyiapkan pelatihan membuat roti dan kue untuk di rusun. Menurut Ahok, ada 400-500 orang yang mengikuti pelatihan tersebut. "Itu yang berhasil berapa? Paling 40," katanya.

    Kemudian, Ahok juga menceritakan soal budi daya ikan di Kepulauan Seribu. Pada 2014, hanya ada satu orang yang berhasil menjadi pengusaha budi daya ikan. Setahun berikutnya, lahir kembali pengusaha baru, tapi hanya satu orang. Tahun ini, Ahok berujar belum mengetahui apakah jumlah pengusaha baru akan bertambah atau tidak. Namun, pihaknya sudah mengirimkan delapan sarjana perikanan yang diperbantukan untuk warga Kepulauan Seribu.

    Menurut Ahok, mencetak lima persen pengusaha baru di Jakarta saja sudah hebat. Sebab, pengusaha itu akan membuka lapangan pekerjaan baru. Nantinya pemerintah yang akan membantu untuk mengembangkan lapangan kerja tersebut. "Yang penting kreatif itu harus didorong," katanya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.