Kenapa Agus dan Sylvi Tak Ikut Acara Debat di Televisi?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Calon (Paslon) Agus Harimurti Yudhyono (AHY) dan Sylviana Murni menggelar safari politik mengunjungi warga keturunan Tionghoa di sekitar lokasi Kampung Pecinan, Vihara Avalokitesvarra, Glodok, Jakarta, 19 Oktober 2016. TEMPO/Subekti

    Pasangan Calon (Paslon) Agus Harimurti Yudhyono (AHY) dan Sylviana Murni menggelar safari politik mengunjungi warga keturunan Tionghoa di sekitar lokasi Kampung Pecinan, Vihara Avalokitesvarra, Glodok, Jakarta, 19 Oktober 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemanasan debat kandidat pemilihan Gubernur DKI Jakarta sudah dimulai. Adalah dua stasiun televisi yang telah menggelar debat antarkandidat, yaitu Net TV dan Kompas TV.

    Sayang di kedua acara tersebut, calon gubernur nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, maupun pasangannya Sylviana Murni absen. Gara-gara tak mau datang debat di televisi itu, berbagai meme tentang Agus dan Sylvi pun bertebaran di media sosial.

    Agus Yudhoyono punya alasan sendiri tak ikut debat bersama dua calon gubernur lainnya. Menurut dia, tak ada kewajiban baginya dan pasangan lain untuk menghadiri agenda di luar rencana Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta.

    "Saya menghormati undangan tersebut, tetapi saya sudah memiliki janji dan jadwal untuk bertemu masyarakat," kata Agus di Kelurahan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin, 12 Desember 2016. Agus mengaku memilih menghadiri acara yang melibatkan puluhan ribu warga dengan dalih bisa mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.

    Keputusan Agus tak menghadiri acara bincang-bincang atau talk show sebuah stasiun televisi swasta menuai kritik. Ada yang menganggap Agus tak siap berdebat dengan dua calon lain.  Namun Agus menepisnya. “Masa sih karena tidak siap, kalau tidak siap enggak perlu saya jadi calon gubernur,” kata Agus.

    Baca: Agus Harimurti: Debat Ada Waktunya dan Saya Sudah Siap

    Agus menganggap debat sebagai bagian kecil dari proses panjang ia menyapa dan menyampaikan program unggulannya kepada masyarakat. Urgensinya bukan perdebatannya, kata dia, tapi aspirasi yang didapat dari masyarakat yang menjadi penyempurna program serta visi dan misinya. “Pertemuan saya dengan masyarakat di lapangan itu luar biasa, tidak tergantikan dengan apa pun," kata dia. "Debat ada waktunya dan saya sudah siap untuk itu."

    Jawaban yang mirip meluncur dari Sylviana Murni. Menurut dia, tak ada kewajiban untuk hadir di acara debat televisi itu. "Kalau rugi ya pasti lah, tapi yang pasti ada skala prioritas," kata Sylvi saat ditemui Tempo di Rawasari Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Desember 2016. Menurut dia, jadwal kegiatannya dan Agus untuk menyapa warga sangat padat, sehingga tidak dapat menghadiri debat itu.

    Menurut Sylvi, debat itu bukan yang diwajibkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). "Kalau debat KPUD pasti ikuti aturan, kita mengerti betul kok aturan dan regulasi," katanya.

    Meski lawan politiknya banyak menyampaikan program dan visi-misi pada acara debat tersebut, Sylvi mengaku tidak khawatir. Ia mengaku lebih memilih dekat dengan masyarakat dan mendengar harapan mereka secara langsung.

    KURNIA RIZKI HANJANI | AMMY HETHARIA | JH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.