Debat Kandidat, Anies Soroti Perilaku Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno  mengikuti salat subuh berjamaah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 12 Desember 2016. Dalam hari peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1438 Hijriah ini, pasangan Anies-Sandiaga memilih salat subuh bersama warga. Twitter.com/sandiuno

    Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengikuti salat subuh berjamaah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 12 Desember 2016. Dalam hari peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1438 Hijriah ini, pasangan Anies-Sandiaga memilih salat subuh bersama warga. Twitter.com/sandiuno

    TEMPO.COJakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan, menyayangkan sikap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tidak menjawab saat ditanya ihwal ungkapan gubernur petahana itu yang kerap tidak pantas didengar.

    "Apa penjelasan atas kata-kata itu kepada siswa, orang tua, dan guru? Ini masalah kita. Kita memerlukan pemimpin yang dari pikirannya, kata-katanya, dan kerjanya membuat orang merasa bersatu," kata Anies seusai debat kampanye di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016.

    Anies menilai, kata-kata seorang pemimpin seharusnya tidak membuat masyarakat merasa terpecah-pecah dan terkotak-kotak. "Kenapa sampai ada tuntutan? Karena diminta pertanggungjawaban atas kata-katanya. Sekarang, saya meminta pertanggungjawaban atas kata-kata itu." 

    Baca Juga: Bawaslu: 100 Pilkada Lain Tertutupi Pilkada DKI Jakarta 

    Menurut Anies, pemimpin adalah pendidik dan teladan. Jadi ungkapannya harus layak dikutip dan ditiru. "Kalau ungkapannya tak layak ditiru, layakkah jadi pemimpin? Tidak layak. Karena itu, kami tegaskan, kami menawarkan alternatif. Kami berkarya, tapi juga memberikan kata-kata yang pantas."

    Anies menambahkan, kata-kata adalah sesuatu yang penting. Karena kata-kata penting, perlu ada debat. Karena kata-kata penting, dia berujar, perlu ada surat perintah. "Kan isinya kata-kata semua. Karena itu, jangan pernah meremehkan kata-kata," tuturnya.

    Pasangan Anies, Sandiaga Uno, mengklaim mereka merupakan sosok pemimpin yang mempersatukan. "Susah sekali membayangkan kalau pemimpin itu tidak bisa diterima oleh masyarakat. Masyarakat Jakarta membutuhkan pemimpin yang mempunyai konsistensi dalam meniupkan demokrasi yang sejuk."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.