Elektabilitas Tiga Calon Gubernur DKI Jakarta Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga Pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni; Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat; dan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno pada acara Parade Deklarasi Kampanye Damai Pilkada DKI di Jalan MH. Thamrin; Jakarta; 29 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Tiga Pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni; Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat; dan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno pada acara Parade Deklarasi Kampanye Damai Pilkada DKI di Jalan MH. Thamrin; Jakarta; 29 Oktober 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil jajak pendapat terhadap elektabilitas tiga kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Hasil survei tersebut memperlihatkan, persentase elektabilitas tiga kandidat mengalami peningkatan di bulan ini.

    "Kesimpulannya ketiga kandidat alami kenaikan suara, namun terjadi perbedaan dari akumulasi kenaikan," kata salah satu peneliti LSI Adjie Alfaraby di Jakarta Timur, Rabu, 14 Desember 2016.

    Adjie menjelaskan, pengumpulan data dilakukan sesudah Aksi Bela Islam Super Damai 212, yaitu 3-8 Desember 2016. Wawancara tatap muka terhadap 440 responden dilakukan dengan kuesioner. LSI menggunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 4.8%.

    Dalam survei itu, elektabilitas kandidat nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada Desember 2016 berada di posisi teratas, yakni 33,6%. Sementara pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendapatkan 27,1%. Adapun Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno menempati posisi terbawah dengan 23,6% suara.

    Bila dibandingkan dengan survei ketiga pasangan pada November 2016, menurut Adjie, kenaikan signifikan dialami pasangan Agus-Sylvi dengan selisih 12,7%.

    "Ada empat alasan, yakni personality Agus paling disukai dibandingkan Ahok dan Anies, program Agus-Sylvi berhasil menarik simpati pemilih menengah ke bawah yang adalah pemilih mayoritas, Agus-Sylvi mewakili spektrum ideologi nasionalis religius, dan Agus-Sylvi dianggap pasangan yang paling minim kontroversi," jelas Adjie.

    Selain itu, Adjie memaparkan, untuk pertama kalinya Basuki-Djarot mengalami rebound atau peningkatan elektabilitas bila dibandingkan survei sebelumnya pada Maret-November 2016.

    Pada survei November 2016, misalnya, Basuki-Djarot memperoleh 24,6%. Artinya, elektabilitas calon inkumben pada Desember 2016 naik 2,5%.

    Adapun tiga alasan peningkatan tersebut, di antaranya Ahok berubah sikap lantaran menghindari bicara kontroversi dan kasar, permintaan maafnya yang dilakukan berulang-ulang diterima publik, dan sebagian pemilih menilai bahwa Ahok hanyalah korban atas kasus penistaan agama Islam.

    "Kandidat yang rebound sudah masuk dalam masa pemulihan. Tinggal bagaimana strategi Ahok untuk meningkatkan elektabilitasnya," papar Adjie.  Elektabilitas Anies-Sandi pun naik sebesar 3,6%, namun tak signifikan.

    LANI DIANA | UWD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ikan Rahasia Dari Amerika

    CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat membuat sebuah robot berbentuk Ikan lele.