Pengusaha Tempe ke Djarot: Jangan Gusur Komplek Kopti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) disambut dengan budaya

    Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) disambut dengan budaya "Caci Manggarai" dari Nusa Tenggara Timur, di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, 26 November 2016. TEMPO/Ihsan Reliubun.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif Djarot Saiful Hidayat blusukan ke komplek Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) di RW 011, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu, 30 November 2016. Salah satu warga, Handoko, meminta agar mereka diberi tempat produksi pembuatan tempe sebab tempat usaha mereka yang lama terkena gusur karena berada di pinggir kali.

    Handoko mengatakan, warga yang digusur itu memang diberi rumah susun sebagai pengganti tempat tinggal. Namun pemerintah melarang mereka memproduksi di pinggir sungai, di sisi lain pemerintah juga tidak memberi mereka tempat produksi yang baru. "Gusur silakan, tapi ada pengganti rumah tinggal dan produksi," kata Handoko.

    Warga juga meminta pemerintah membangun pasar tradisional bagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan. "Tolong dibuatkan pasar yang lebih menunjang, yang lebih maju lagi. Dibangunkan pasar-pasar tradisional untuk wilayah DKI," ujarnya.

    Warga lainnya, Kasmari (53), meminta bila kelak pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, mereka tidak akan menggusur Komplek Kopti. "Tolong jangan diotak-atik Komplek Kopti. Intinya jangan sampai digusur. Titip Komplek Kopti dipertahankan sampai akhir nanti," harap Kasmari.

    LANI DIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.