Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Baru, Pengakuan Ahok Soal Penistaan Al-Maidah

Editor

Sugiharto

image-gnews
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) disambut dengan budaya
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) disambut dengan budaya "Caci Manggarai" dari Nusa Tenggara Timur, di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, 26 November 2016. TEMPO/Ihsan Reliubun.
Iklan

TEMPO.COJakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tak bisa menutupi kekecewaan atas elektabilitasnya yang terus merosot menjelang pemilihan kepala daerah pada Februari 2017. Dari hasil survei Poltracking Indonesia terbaru, dia menempati posisi kedua dengan 22 persen, di bawah survei-survei sebelumnya yang menempatkan dia pada posisi pertama.

Secara terus terang, Ahok mengakui bahwa itu akibat tuduhan penistaan agama menyusul pernyataannya yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 pada akhir September lalu di Kepulauan Seribu. Padahal, dari hasil survei Poltracking terbaru, tingkat kepuasan terhadap kinerja Ahok-Djarot Syaiful Hidayat tetap tertinggi dibanding dua pasangan lain.

Menurut Ahok, penurunan tajam elektabilitas terjadi karena 62 persen warga Jakarta percaya dia telah menistakan agama. "Mereka percaya saya menistakan agama," ucap Ahok di depan pendukungnya di markas pemenangannya, Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini, Rabu, 30 November 2016.

BacaElektabilitas Merosot, Ahok: Turun, Ya Turun

Hasil survei Poltracking Indonesia melibatkan 1.200 responden. Dari total itu, sebanyak 27,92 persen memilih pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, sebanyak 22 persen memilih pasangan Ahok-Djarot, dan 20,42 persen memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sedangkan 29,66 persen responden menyatakan tidak tahu.

Adapun popularitas Ahok mencapai 94,8 persen. "Popularitas Ahok masih unggul dibanding dua pasangan lainnya," kata Direktur Eksekutif dan Riset Poltracking Indonesia Hanta Yuda A.R. di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, pada Ahad, 27 November 2016.

BacaKasus Penistaan Agama, Ahok Banding Jika Divonis Bersalah

Scroll Untuk Melanjutkan

Survei dilakukan dalam rentang sepuluh hari pada 7-17 November 2016. Saat itu, pemberitaan di media cenderung menyudutkan Ahok. Hasil survei pun membuktikan bahwa media mempengaruhi pemilihan.

Ahok lantas meyakinkan bahwa dia tidak mungkin menistakan kaum Islam. Untuk itu, Ahok meminta masyarakat menyaksikan video secara utuh atau setidaknya dalam durasi 6-7 menit, yang mengungkapkan pernyataannya mengenai surat dalam Al-Quran tersebut. Ahok mengatakan jangan hanya menonton beberapa detik seperti yang disebarkan rekaman video dari Buni Yani, tersangka perekayasa video Ahok.

SimakSurvei: Elektabilitas Turun, Ahok Tetap Terpopuler

"Kalau dilihat dari video itu, kelihatan bagaimana suasana di sana. Saya enggak ada niat jahat,” tutur Ahok. “Yang saya maksud, ada politikus busuk yang manfaatkan agama."

Menurut Ahok, masyarakat sudah ada yang memutuskan tidak memilihnya karena masalah penistaan agama. Situasi ini persis seperti Pilkada Kabupaten Belitung Timur 2005, yang mengantar Ahok menjadi bupati pertama di sana. “Mereka tidak mau memilih pemimpin kafir. Padahal saya ini bukan calon pemimpin, tapi pelayan Bapak-bapak dan Ibu-ibu," kata Ahok berkampanye.

LARISSA HUDA | JOBPIE S.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gerakan Anak Abah Tusuk 3 Paslon di Pilkada Jakarta, Mirip Golput Era Orde Baru?

2 hari lalu

Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan pada acara seremonial dan penyerahan trofi World Habitat Award 2024 kolaborasi multipihak untuk perubahan kebijakan perumahan Jakarta di Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, pada Ahad, 25 Agustus 2024. TEMPO/ Mochamad Firly Fajrian
Gerakan Anak Abah Tusuk 3 Paslon di Pilkada Jakarta, Mirip Golput Era Orde Baru?

Ramai di media sosial gerakan "anak abah tusuk 3 paslon" di Pilkada Jakarta.Anak Abah sebutan bagi pendukung Anies Baswedan. Mirip golput?


Saat Bakal Calon Gubernur Jakarta Kompak Berjanji Lanjutkan Program Anies

2 hari lalu

Foto kombinasi (dari kiri) Pramono Anung, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan. TEMPO/Ahmad Faiz - Antara
Saat Bakal Calon Gubernur Jakarta Kompak Berjanji Lanjutkan Program Anies

Kubu Ridwan Kamil-Suswono menuturkan akan melakukan komunikasi politik dengan Anies Baswedan dan para pendukungnya.


Pramono Anung Janji Teruskan Rumah Hunian era Ahok hingga Formula E Anies

3 hari lalu

Bakal Calon Gubernur Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pramono Anung saat menyapa warga Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 7 September 2024. Dalam acara yang ditemani Tina Toon, Anggota DPRD Jakarta, beberapa warga menyampaikan keluhan terkait program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), infrastruktur, dan banjir yang menjadi isu utama di lingkungan mereka. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Pramono Anung Janji Teruskan Rumah Hunian era Ahok hingga Formula E Anies

Pramono Anung mengatakan tidak ingin muluk-muluk menjanjikan yang berlebihan untuk warga Jakarta.


Ahok Sebut Suara The Jakmania Cukup Signifikan di Pilkada Jakarta

3 hari lalu

Suporter Persija, The Jakmania menyanyikan yel-yel di Stadion Patriot Chamdrabhaga, Bekasi, Ahad, 5 Juni 2022. The Jakmania memadati Stadion Patriot dimana ini merupakan laga perdana dan persahabatan yang ditonton The Jakmania usai pandemi COVID-19. Tempo/Muhammad Syauqi Amrullah
Ahok Sebut Suara The Jakmania Cukup Signifikan di Pilkada Jakarta

Ahok mengatakan pemilih muda seperti The Jakmania adalah kelompok yang lebih rasional dan kritis.


Serba-serbi Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno

3 hari lalu

Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Pramono Anung dan Rano Karno di kawasan CFD, Jakarta, pada Ahad, 8 September 2024. Tempo/Novali Panji
Serba-serbi Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno

Pramono Anung berupaya mendapat suara dari pendukung Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok


Muncul Gerakan Coblos Semua Paslon di Pilkada 2024, Pengamat Ungkap Penyebabnya

3 hari lalu

Ilustrasi kotak kosong. Antaranews.com
Muncul Gerakan Coblos Semua Paslon di Pilkada 2024, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Pengajar hukum pemilu dari Universitas Indonesia menilai, Pilkada 2024 telah terjadi praktik memborong tiket parpol.


Upaya Pramono Anung Raih Suara dari Pendukung Anies dan Ahok

3 hari lalu

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno menjawab pertanyaan awak media saat Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 8 September 2024.  Kedatangan pasangan bacagub ke CFD ini menggunakan MRT ke stasiun Bundaran HI. TEMPO/Ilham Balindra
Upaya Pramono Anung Raih Suara dari Pendukung Anies dan Ahok

Pramono Anung bercerita soal mendekati tokoh-tokoh yang mendukung Anies Baswedan.


Survei PSG: 'Anak Abah' Diprediksi Tak Pilih Ridwan Kamil

3 hari lalu

Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan pada acara seremonial dan penyerahan trofi World Habitat Award 2024 kolaborasi multipihak untuk perubahan kebijakan perumahan Jakarta di Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, pada Ahad, 25 Agustus 2024. TEMPO/ Mochamad Firly Fajrian
Survei PSG: 'Anak Abah' Diprediksi Tak Pilih Ridwan Kamil

Survei PSG ini membandingkan hasil dukungan di pertanyaan elektabilitas tiga nama yakni, Anies, Ahok, dan Ridwan Kamil.


Kata Pengamat Politik Unair soal PDIP Batal Mengusung Anies Baswedan

11 hari lalu

Foto: Anies Baswedan (YouTube Anies Baswedan)
Kata Pengamat Politik Unair soal PDIP Batal Mengusung Anies Baswedan

PDIP tidak jadi mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 dilandasi oleh masa lalu saat Pilgub Jakarta 2017.


Analis Politik Sebut Pramono Anung Bak Pemain Figuran di Pilkada Jakarta

13 hari lalu

Calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno tiba di RSUD Tarakan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2024. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan rangkaian agenda yang wajib diikuti cagub dan cawagub pada Pilkada 2024 sebagai syarat mengikuti kontestasi. Tempo/Ilham Balindra
Analis Politik Sebut Pramono Anung Bak Pemain Figuran di Pilkada Jakarta

Dedi menilai Pramono Anung layaknya pemain figuran. Padahal PDIP masih memiliki kader yang punya peluang menang di Pilkada Jakarta, yaitu Ahok.