Cek Fakta, Bisakah Anies Membatalkan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Dalam Kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 4 Mei 2016. Memasuki libur panjang sejumlah ruas jalan di Ibu Kota terpantau macet karena banyaknya warga yang ingin berlibur ke luar kota. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ribuan kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Dalam Kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 4 Mei 2016. Memasuki libur panjang sejumlah ruas jalan di Ibu Kota terpantau macet karena banyaknya warga yang ingin berlibur ke luar kota. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.COJakarta - Jalanan di Jakarta semakin macet. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam buku Statistik Transportasi DKI Jakarta 2015 menyebutkan salah satu cara mengatasi kemacetan bisa dilakukan melalui penambahan ruas jalan. 

    Konsep itu tak segaris dengan pemikiran calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Ia lebih senang membangun jalan di luar Jakarta. "Mempercepat proses pembangunan tol lingkar luar dan tidak membangun enam ruas tol dalam kota," kata Anies lewat akun Twitter-nya, @aniesbaswedan, Kamis, 24 November 2016.

    Pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota itu adalah jalur Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer, Sunter-Pulo Gebang 9,44 km; Duri Pulo-Kampung Melayu 9,6 km; Kemayoran-Kampung Melayu 9,6 km; Ulujami-Tanah Abang 8,7 km, dan yang terakhir Pasar Minggu-Casablanca 9,16 km.

    Cuitan Anies itu ditanggapi calon gubernur inkumben Basuk Tjahaja Purnama alias Ahok keesokan harinya. Di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Ahok meluruskan fungsi enam ruas jalan tol dalam kota tersebut. 

    Menurut dia, fungsi enam ruas jalan tol itu sebagai pintu keluar dan masuk Jakarta. "Kalau kamu terjebak di lingkaran, gimana? Buat apa ada lingkaran elevated kalau tidak ada networking elevated?" ujar Ahok di markas kampanyenya itu, Jumat, 25 November 2016.

    Cek Fakta:
    Meski Anies nanti akan terpilih menjadi gubernur, pemikirannya diperkirakan sebatas wacana. Pembangunan proyek enam ruas jalan tol akan tetap terlaksana. Kecuali peraturan presiden itu direvisi atau proyek yang sudah direncanakan berhenti.

    Proyek jalan tol tersebut sudah dicetuskan sejak 2007, pada era gubernur Fauzi Bowo. Presiden Joko Widodo juga telah mengetuk palu akan menjalankan proyek itu lewat Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Dalam lampiran peraturan presiden yang ditandatangani pada 8 Januari 2016 tersebut, enam ruas jalan tol dalam kota masuk daftar proyek bernomor 42-47.


    Cek Referensi:
    Di Balik Keputusan Jokowi Bangun Enam Ruas Tol
    Ini 47 Pembangunan Jalan Tol Proyek Strategis Nasional
    Lanjutkan Proyek Enam Ruas Tol, Ini Alasan Ahok
    Dari 225 Proyek Strategis, Baru 88 Proyek yang Dieksekusi

    EVAN | PDAT 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.