Cerita Setya Novanto Soal Misteri Angka 2 pada Ahok-Djarot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Dewan Pakar PartaiGolkar Agung Laksono, Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri Puncak HUT ke-59 Kosgoro 1957 di Gedung Smesco Lantai 4, 21 November 2016. TEMPO/Larissa

    Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Dewan Pakar PartaiGolkar Agung Laksono, Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri Puncak HUT ke-59 Kosgoro 1957 di Gedung Smesco Lantai 4, 21 November 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan tentang keajaiban nomor urut dua di depan tamu yang hadir dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Dalam acara itu hadir pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

    Pasangan calon Ahok-Djarot mendapatkan nomor urut dua dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengocok nomor urutnya. Pasangan lainnya, yakni Aguns Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapatkan nomor urut satu, sementara Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan nomor urut tiga.

    Setya mengatakan banyak keajaiban yang muncul dari angka dua. Melihat dari beberapa kali pengalaman, Setya mengatakan angka dua selalu membawa keberuntungan. Misalnya, saat mencalonkan diri jadi orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo dan Jusuf Kalla juga mendapatkan nomor urut dua.

    "Saya punya pengalaman menang. Pak Jokowi dan JK ini menang dengan nomor urut dua. Dan saya, waktu jadi calon Ketua Umum Golkar saya selalu berdoa, supaya nomornya bisa bersama-sama dengan presiden Jokowi-JK," kata Setya di Gedung Smesco lantai 4, Jakarta Selatan, Senin, 21 November 2016.

    Ternyata, kata Setya, doanya dikabulkan untuk mendapatkan nomor urut dua. Saat itu, saya menang juga dengan nomor dua mengalahkan pesaingnya Ade Komarudin. Saat pertama kali mengetahui pasangan Ahok-Djarot juga mendapatkan nomor urut dua, Setya mengaku langsung mengirimkan pesan singkat kepada Ahok.

    "Saya langsung SMS ke Pak Ahok bahwa nomor dua itu victory atau kemenangan. Jadi kalau Presiden saja menang dan saya yang waktu itu juga calon Ketua Umum Golkar menang, saya yakin Ahok-Djarot menang di nomor urut dua," kata Setya.

    LARISSA HUDA

    Baca juga:
    Golkar Angkat Lagi Setya Novanto Jadi Ketua DPR
    Cara Novanto Agar Kembali Jadi Ketua DPR

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.