Kampanye Blusukan Dihadang, Djarot: Saya Malah Bersyukur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan warga yang menolak kehadirannya saat berkampanye di Kembangan, Jakarta Barat, 9 November 2016. ISTIMEWA

    Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan warga yang menolak kehadirannya saat berkampanye di Kembangan, Jakarta Barat, 9 November 2016. ISTIMEWA

    TEMPO.COJakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengaku tidak khawatir meski saat kampanye dengan blusukan mendapat penolakan dari sejumlah warga. "Saya malah bersyukur," katanya di Jakarta, Selasa, 15 November 2016.

    Djarot kembali dihadang sejumlah orang saat blusukan ke Kelurahan Pela Mampang dan bersilaturahmi dengan warga di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 15 November 2016.

    BACA: Massa Menghadang Djarot di Jalan Bangka

    Namun aparat Kepolisian Sektor Mampang Prapatan telah berjaga di lokasi blusukan sehingga kampanye Djarot berjalan lancar. "Kami menurunkan 50 personel untuk pengamanan kali ini," tutur Kapolsek Komisaris M. Syafi'i.

    M.Syafi'i menjelaskan, pengamanan yang ketat dilakukan untuk memastikan keamanan dari calon gubernur atau calon wakil gubernur yang melakukan kegiatan kampanye. Standar operasional prosedur berlaku terhadap semua calon yang blusukan ke Mampang Prapatan. 

    "Kami melihat, sebelum kedatangan cawagub, sudah ada massa yang berorasi di depan Pasar Bangka untuk penolakan, sudah kami tertibkan karena menjurus anarkistis," ujarnya.

    Djarot, yang datang blusukan ke Pela Mampang, mengapresiasi pendemo dan pihak kepolisian. "Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja dengan baik. Dan, dengan adanya penolakan-penolakan, saya malah bersyukur," tutur Djarot.

    Djarot menjelaskan, dengan adanya beberapa penolakan, akan menjadi tugas tambahan bagi dia selaku aparatur pemerintah dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. "Memberikan pencerahan agar mereka paham bahwa kita menganut sistem demokrasi pancasila. Jadi, artinya, kegiatan ini sekaligus untuk memberikan pemahaman agar masyarakat semakin dewasa," kata Djarot.

    Djarot mengatakan tidak ada tempat yang ia hindari untuk blusukan karena semua warga di DKI Jakarta sama, yaitu satu Indonesia. Untuk masalah penolakan seperti ini, ia mengaku tak ada rasa takut sedikit pun. "Karena saya paham dan yakin warga Jakarta sudah sangat cerdas dan tingkat toleransinya cukup tinggi," ujar Djarot.

    ALAN KUSUMA | YY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.