Deklarasi Damai, Ini Janji Calon Gubernur DKI Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta menerima alat peraga kampanye secara simbolis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Sabtu, 29 Oktober 2016. TEMPO/Larissa Huda

    Tiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta menerima alat peraga kampanye secara simbolis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Sabtu, 29 Oktober 2016. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta yang akan berlangsung tahun depan, para calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyampaikan deklarasi damai di Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 29 Oktober 2016. Hal itu untuk menunjukkan komitmen tidak akan membuat kegaduhan dalam pilkada DKI Jakarta 2017.

    Pembacaan deklarasi berlangsung lancar. Pendukung para pasangan calon kepala daerah, yakni Agus Harymurti-Sylivia Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, hadir dalam acara itu. Dan mereka menyoraki gacoan masing-masing tiap kali deklarasi dibacakan.

    Agus dan Sylvi, yang hadir memakai baju hitam lengan panjang, menjadi yang pertama pembaca deklarasi, diikuti Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi atau sesuai dengan nomor urut. Berikut ini bunyi deklarasi mereka.

    1. Siap menciptakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 yang demokratis dan berintegritas
    2. Mewujudkan keutuhan daerah dan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 45
    3 Tunduk dan patuh pada perundang-undangan yang berlaku
    4. Siap terpilih dan tidak terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta

    Deklarasi diakhiri dengan penandatanganan plakat tanda komitmen akan melakukan kampanye damai dalam pilkada DKI nanti. Tetap seperti pembacaan deklarasi, tiap simpatisan menyoraki gacoan mereka atau calon kompetitornya.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.