Klaim Menang Pilkada Sumatera Barat, Irwan Kawal Kotak Suara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. Foto: Dok Pribadi

    Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. Foto: Dok Pribadi

    TEMPO.COPadang - Pasangan inkumben Irwan Prayitno-Nasrul Abit mengklaim memenangkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2016-2021. "Kami mendapatkan suara 60,51 persen. Dengan data yang masuk sekitar 84,5 persen pada pukul 15.00 WIB," ujarnya, Rabu, 9 Desember 2015.

    Sementara itu, rivalnya di Pilkada Sumatera Barat ini, Muslim Kasim-Fauzi Bahar, mendapatkan suara 39,54 persen. Irwan mengatakan, data penghitungan cepat tersebut didapatkannya dari lembaga survei profesional dengan tingkat margin of error satu persen. 

    Hasil penghitungan cepat itu menggunakan 440 sampel dan dibagi ke sembilan zona daerah pemilihan di Sumatera Barat. Kesembilan daerah itu adalah Padang 66,72 persen, Padang Panjang dan Tanah Datar 65,90 persen, Pasaman dan Pasaman Barat 58,45 persen, Agam dan Bukittinggi 57,50 persen, Sawahlunto dan Dharmasraya serta Sijunjung 60,01 persen, Pesisir Selatan dan Mentawai 64,78 persen, Kota Solok dan Kabupaten Solok serta Solok Selatan 57,31 persen, Limapuluh Kota dan Payakumbuh 59,20 persen, Kota Pariaman dan Padang Pariaman 42,21 persen. 

    "Dari sembilan zona itu, kami hanya kalah di zona sembilan, yaitu Padang Pariaman dan Pariaman," ujarnya.

    Menurutnya, dari data lembaga survei independen itu, tingkat partisipasi masyarakat hanya 57,6 persen. Partisipasinya masih rendah dibandingkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014. 

    Namun Irwan mengatakan ini baru hasil sementara. Hasil akhirnya masih menunggu rekapitulasi dan keputusan KPU Sumatera Barat. "Jadi ini bukan pidato kemenangan. Ini hanya rilis hasil survei," ujarnya. 

    Irwan mengaku akan mengawasi proses penghitungan suara hingga penetapan oleh KPU Sumatera Barat untuk menghindari kecurangan dalam proses rekapitulasi suara. Malah, mantan Gubernur Sumatera Barat ini akan melakukan pengawasan secara berlapis dengan menggunakan saksi di TPS hingga kecamatan. 

    "Kotak suara itu kita jaga selama 24 jam untuk menghindari kecurangan," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.