Kakek-Nenek Miskin Diusir karena Menjagokan Bupati Berbeda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Ilustrasi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.COBarru - Pasangan suami-istri yang hidup miskin ini terpaksa hengkang dari tanah yang sudah ditempati mereka selama sekitar 15 tahun mulai hari ini, Senin, 30 November 2015. Wa Mude, 70 tahun, dan Tade, 50 tahun, harus memindahkan rumah panggung berukuran 3 x 4 meter di lingkungan Abbatungge, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. 

    Dibantu sejumlah tetangga dan kerabat, rumah panggung terbuat dari kayu sederhana itu dipindahkan sejauh sekitar 200 meter dari posisi awal ke lahan milik kerabat Mude. "Sudah 15 tahun saya tinggal di sana. Kalau karena persoalan dua suara kami diusir, kami terima," kata Tade kepada Tempo.

    Tetangga Mude dan Tade bernama Kebo, 42 tahun, mengatakan para tetangga membantu karena pasangan itu tak dikaruniai anak. "Kasihan, sudah hidupnya pas-pasan, kemudian diusir karena persoalan beda pilihan,” ujarnya. “Makanya kami gotong-royong membantu."

    Tade menjelaskan, pengusiran itu bermula dari undangan kampanye salah satu calon Bupati Barru. Pemilihan kepala daerah langsung secara serentak akan digelar pada 9 Desember nanti dengan tiga pasangan calon, yakni Idris Syukur M.S-Suardi Saleh, Andi Anwar Aksa-Adhan Arman Wollong, dan M. Malkan Amin-A. Salahuddin Rum.

    Itu sebabnya, para calon mulai giat mencari dukungan. Tak terkecuali pasangan Mude dan Tade yang menjadi target untuk menangguk suara. "Saya hadir karena diundang. Saya juga tidak tahu pemilik tanah yang saya tempati itu beda pilihan,” tutur Tade.

    Seusai acara sosialisasi, pemilik lahan menemui Mude dan Tade. Keduanya diminta segera pergi dengan alasan beda pilihan calon bupati dengan pemilik lahan. “Maka saya pindah," ucap Tade. Namun dia tak mau menyebutkan siapa calon yang dia datangi dan siapa calon yang didukung pemilik lahan.

    Pemilik tanah, Nurlina, tak bisa ditemui. Ketika Tempo mendatangi kediamannya, Nurlina dan keluarganya tak ke luar rumah untuk menemui. Nurlina tinggal di rumah panggung berukuran besar berwarna putih. Rumah itu tepat berada di belakang lokasi bekas rumah yang ditinggali pasangan kakek-nenek miskin tadi.

    Anggota KPU Daerah Barru Divisi Sosialisasi, Muhammad Nasir, mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Mude-Tade. “Namun itu wilayah pribadi seseorang. Tugas kami hanya menyampaikan pentingnya partisipasi memilih dan apa tujuan pemilihan secara langsung itu," ujarnya.

    DIDIET HARYADI SYAHRIR

    BACA JUGA
    Dituduh Suka Pamer Barang Mewah, Ini Jawaban Syahrini
    Tragedi Adinda: Rizal Peragakan Saat Memperkosa & Membunuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.