KPU Palu Libatkan Mahasiswa dalam Pelipatan Surat Suara Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pilkada

    ilustrasi pilkada

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Sulawesi Tengah melibatkan mahasiswa untuk membantu melipat surat suara Pilkada 2020. Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid mengatakan sebanyak 100 orang mahasiswa yang dilibatkan melipat surat suara pilkada.

    Ia menjelaskan surat suara yang akan dilipat dan disortir oleh mahasiswa sebanyak 259.234 eksemplar, khusus untuk pilkada Wali Kota/Wakil Wali Kota Palu. "Itu belum termasuk surat suara Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulteng," kata Agussalim, Senin 23 November 2020.

    Dia mengaku khusus untuk surat suara Pilkada Gubernuir/Wakil Gubernur Sulteng belum ada dan diharapkan dalam waktu dekat ini sudah tiba sehingga proses pelipatan dan penyortiran bisa segera dilakukan.

    Menurut dia,melibatkan mahasiswa untuk membantu KPU dalam kegiatan tersebut karena sudah berpengalaman pada pemilu lalu mereka juga yang melakukan pelipatan dan penyortiran surat suara.

    Mereka, kata dia sudah sangat paham sekali bagaimana menyortir surat suara yang rusak, gambar kabur dan sobek dan lainnya.

    Pilkada Wali Kota Palu pada 9 Desember 2020 akan diikuti oleh empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

    Pasangan itu adalah Hidayat-Habsayanti Ponulele, Aristan-Wahyuddin, Imelda Lilihana Muhidin- Arena Jr Parampasi, dan Hadianto Rasyid-Reny Lamadjido.

    Untuk pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng hanya diikuti dua pasangan calon yakni Rusdi Mastura-Ma'mun Amir dan Hidayat lamakarate-Bartholomeus Tandigala.

    Rusdi Mastura adalah mantan Wali Kota Palu dan Ma'mun Amir mantan Bupati Banggai.

    Sementara Hidayat Lamakarate sebelumnya penjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng dan juga mantan penjabat Bupati Banggai Laut. Sedangkan wakilnya Bartholemeus Tandigala mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng dan pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Bupati Morowali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.