Lakukan Simulasi Pemungutan Suara, KPU Depok: Sosialisasikan Hal-hal Baru

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simulasi pelaksanaan pemungutan suara di TPS di Kota Depok Jawa Barat. ANTARA/Foto: istimewa

    Simulasi pelaksanaan pemungutan suara di TPS di Kota Depok Jawa Barat. ANTARA/Foto: istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - KPU Kota Depok, Jawa Barat, melaksanakan simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara pilkada dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di tempat pemungutan suara.

    "Kami ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada jajaran penyelenggara kami di bawah utamanya adalah KPPS untuk memastikan seluruh jajaran kami memahami alur dan mekanisme pemilihan yang akan dilakukan," kata Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna dalam keterangannya, diterima di Depok, Minggu.

    Nana mengatakan mengingat pilkada tahun ini dilaksanakan di tengah pandemik COVID-19, memberikan pemahaman dan menyosialisasikan penerapan hal baru di TPS terkait penerapan protokol kesehatan di TPS menjadi sangat penting.

    "Ada hal baru yang akan diterapkan di TPS nanti kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan, di antaranya jumlah pemilih dibatasi maksimal 500/TPS," katanya.

    Ia menjelaskan seluruh petugas KPPS dan petugas ketertiban akan dilaksanakan rapid test terlebih dahulu sebelum bekerja, surat pemberitahuan memilih akan mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS, sebelum TPS dibuka dan dimulai akan disemprotkan disinfektan terlebih dahulu dan selalu didisinfeksi secara berkala, area lokasi TPS diatur jarak minimal 1 meter.

    "Setiap pemilih sebelum masuk lokasi TPS akan di cek suhu tubuh dan diperintahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan diberikan sarung tangan sekali pakai, pemilih yang tidak menggunakan masker akan diberikan masker serta penggunaan tinta dengan cara diteteskan," papar-nya.

    Menurut dia sebagai penyelenggara tidak bisa bekerja sendiri, sangat membutuhkan kerja sama semua pihak apalagi pilkada tahun ini berbeda dari pilkada sebelumnya, dimana pilkada dalam kondisi pandemi COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?