Gibran: Orang Tahunya Saya Cuma Jualan Martabak

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berbincang dengan Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui

    Warga berbincang dengan Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui "virtual box" saat Kampanye Blusukan Online di kampung Dawung, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Ahad, 27 September 2020. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wali Kota Solo nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka menyampaikan kontribusi dan rencananya untuk generasi milenial di Kota Solo. Salah satu yang disampaikan Gibran ialah mengenai kiprahnya di dunia usia sejak usia 23 tahun.

    "Mungkin di media orang tahunya saya cuma jualan martabak, tapi saya ini punya bisnis-bisnis lain Pak," kata Gibran dalam debat perdana Pilkada Kota Solo 2020 yang digelar Jumat malam, 6 November 2020.

    Gibran mengatakan dari usahanya itu ia memiliki banyak sekali pegawai. Menurut Gibran, hal tersebut merupakan salah satu sumbangsihnya untuk bangsa Indonesia.

    "Sekarang ini saya nyemplung ke politik tujuannya biar saya bisa bermanfaat untuk orang yang lebih buanyak lagi Pak," kata putra sulung Presiden Joko Widodo ini.

    Hal ini disampaikan Gibran menjawab pertanyaan rivalnya, Bagyo Wahyono saat debat terbuka. Bagyo mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Gibran untuk generasi milenial di Kota Solo.

    "Jenengan (Anda) itu kan selalu jargonnya milenial, apa yang pernah saudara lakukan untuk pembangunan di Kota Solo ini tentang milenial?" tanya Bagyo.

    Gibran awalnya mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi era revolusi industri 4.0 dan era disrupsi. Ke depannya, ia berjanji bakal membangun creative hub untuk tempat berkumpul anak-anak muda kreatif.

    Gibran berjanji akan memberikan pelatihan keterampilan kepada anak-anak muda tersebut, baik hard skill maupun soft skill. Ia berujar akan menyediakan alat-alat sablon, obras, mesin jahit, hingga 3D printing.

    Politikus PDI Perjuangan ini juga berjanji memberi pelatihan marketing, branding, hingga bagaimana cara mendapatkan perizinan. Dia mengaku yakin anak-anak muda Solo potensial dan mampu membuat ekosistem bisnis. "Bukan milenial saja tapi juga Gen Z," ujar Gibran.

    Gibran mengatakan ia menyampaikan ihwal creative hub lantaran sebelumnya pernah berpartisipasi di acara yang disebut Akademi Instagram. Menurut dia, acara itu sangat memacu anak muda untuk meningkatkan rasa kewirausahaan.

    "Memulai usaha dari nol, memulai usaha hanya bermodalkan smartphone dan akun social media Pak. Ya mungkin kontribusi saya belum banyak Pak, tapi insya Allah ke depan saya bisa lebih lagi, mohon doanya," kata Gibran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.