Pengamat: Ada Kesamaan Pola Pilkada Jawa Barat 2013 dan 2018

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat merilis hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Hotel Harris FX, Senayan pada Rabu, 20 Juni 2018. TEMPO.Dewi Nurita

    Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat merilis hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Hotel Harris FX, Senayan pada Rabu, 20 Juni 2018. TEMPO.Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan menemukan kesamaan pola dalam pilkada Jawa Barat tahun 2013 dengan tahun 2018.

    "Buat saya, ini faktor suara pemilih yang cair di Jabar. Bisa juga ada faktor yang lain," kata Qodari dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 28 Juni 2018.

    Baca: Gerindra Optimistis Sudrajat - Syaikhu Menang dalam Real Count

    Pada 2013, kata Qodari, hasil quick count mirip dengan hasil akhir yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Ia menyebutkan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar mendapatkan 32,39 persen suara, sedangkan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendulang 28,41 persen suara. "Selisih persentase suara kedua paslon adalah 3,98 persen," ujarnya.

    Menurut Qodari, hasil berbagai lembaga penghitungan cepat mirip antara yang satu dan lainnya. Ia mengatakan proyeksi perolehan dapat dilihat dari jumlah data pemilih tetap yang dikeluarkan KPUD Jawa Barat sebelum pilkada serta tingkat partisipasi dan jumlah suara sah dalam penghitungan cepat.

    Baca: Ridwan Kamil: Sampai Berjumpa di Gedung Sate

    Dalam perhitungan cepat Indo Barometer, kata Qodari, tingkat partisipasi pilgub Jabar 2018 adalah 67,88 persen. Menurut dia, jika dikalikan dengan DPT 2018 sebanyak 31.781.089 orang, didapatkan angka partisipasi 21.573.003 pemilih. Di antara angka partisipasi ini ada suara tidak sah 3,01 persen. Sehingga suara sah berjumlah 64,87 persen dari DPT yang jika dikalikan dengan DPT sama dengan 20.616.392 suara.

    Qodari mengatakan, jika suara sah 20.616.392 suara dikalikan perolehan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sebesar 32,40 persen, suara yang didapat adalah 6.679.711 orang. Kemudian untuk pasangan Ahmad Syaikhu dan Sudrajat dengan 28,54 persen, jadi suara yang diperoleh 5.883.918 suara. "Maka proyeksi selisih suara Rindu dan Asyik berkisar pada 795.793 suara," katanya.

    Di tahun 2013, menurut hitung cepat Indo Barometer, 62,24 persen berbeda dengan angka riil dari KPUD yang sebesar 63,45 persen atau hanya berselisih 0,79 persen. "Angka partisipasi pada 2018, menurut Indo Barometer, adalah 67,88 persen. Untuk angka riilnya kami tunggu dari KPUD. Itu merupakan kenaikan dibanding 2013," kata Qodari.

    Baca: Pilkada Serentak 2018, Intip Gaya Calon Gubernur Jabar 2018


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.