Senin, 22 Oktober 2018

PDIP Salahkan Kaos Ridwan Kamil Setelah Kalah Quick Count

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil beserta istrinya Atalia Praratya Kamil dan anak sulungnya Emmiril Khan berfoto di halaman rumahnya di Cigadung, sebelum berangkat melakukan pencoblosan di TPS 21, Cigadung, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Aminuddin

    Ridwan Kamil beserta istrinya Atalia Praratya Kamil dan anak sulungnya Emmiril Khan berfoto di halaman rumahnya di Cigadung, sebelum berangkat melakukan pencoblosan di TPS 21, Cigadung, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Aminuddin

    Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Hasto Kristiyanto punya pendapat atas kemenangan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul di Pilkada Jawa Barat. Berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survei, Ridwan memang mengungguli calon dari PDIP, TB Hasanuddin-Anton Charliyan.

    Simak Hasil Quick Count LSI Denny JA, Indo Barometer, dan Charta Politika di Kanal Khusus Hitung Cepat Tempo.co

    Menurut Hasto, Ridwan Kamil bisa mencuri suara karena belakangan sering menggunakan baju merah. Warna merah kerap dianggap identik dengan PDIP. "Kalau kami lihat, Pak Ridwan Kamil belakangan sering menggunakan baju merah. Itulah yang menyebabkan suara kami agak tergerus di Jawa Barat," kata Hasto di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca juga: PDIP Kalah Telak di Pilkada Serentak, Di Mana Saja Mereka Keok?

    Berdasarkan quick count LSI Denny JA hingga pukul 18.08 WIB, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul unggul dengan perolehan 32,96 persen. Sementara pasangan usungan PDIP, TB Hasanuddin- Anton Charliyan hanya memperoleh 12,96 persen.

    Namun, lanjut Hasto, PDIP tidak kecewa dengan hasil quick count yang memenangkan Ridwan Kamil. "Angka itu menunjukkan strong point kita yang masih bisa dijaga oleh pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan," ujar Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.