Minggu, 22 September 2019

Ganjar Pranowo Pantau Penghitungan Suara di Rumah Kontrakan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cagub Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo, memperlihatkan surat suara setelah mencoblos di TPS 2, Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Rabu, 27 Juni 2018. Pilgub Jateng diikuti oleh pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida. ANTARA/R. Rekotomo

    Cagub Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo, memperlihatkan surat suara setelah mencoblos di TPS 2, Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Rabu, 27 Juni 2018. Pilgub Jateng diikuti oleh pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Semarang - Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memantau hasil pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Tengah di rumah kontrakannya di Jalan Tengger Timur Raya Nomor 1 Semarang. Di rumah kontrakan itu, Ganjar memasang dua layar TV LCD berukuran besar.

    "Saya pantauannya di sini dulu. Kalau dipanggil, ada panggilan kanan-kiri ya siap. Nanti ke DPD (PDIP Jateng)," ucap Ganjar, calon inkumben yang juga politikus PDI Perjuangan, di Semarang, Rabu 27 Juni 2018.

    Baca: Pilkada Jawa Tengah, Kedua Kubu Klaim Menang 60 Persen Suara

    Ganjar belum mengetahui ihwal lawatan calon wakil gubernur, Taj Yasin Maimoen ke Semarang. Ia mendengar kabar Maimoen Zubair, ayah Taj Yasin, sedang sakit. "Kemarin dapat kabar Mah Moen gerah (sakit). Enggak tahu ke sini apa tidak," ujar dia.

    Seusai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara 02 di Gedung Pertemuan di Jalan Slamet KelurahanGajahmungkur, Semarang, Ganjar juga sempat mengantarkan sopirnya, Arfan, mencoblos di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang. Ia juga mengantar ketiga keponakannya mencoblos di TPS 16 Kelurahan Gajahmungkur.

    Baca: Elektabilitas Ganjar Pranowo Diunggulkan Tiga Lembaga Survei

    Ganjar sempat meminta maaf dan mengharapkan tidak ada perpecahan ketika pilkada telah selesai. "Kalau sudah selesai, kita mesti merangkul kembali. Karena enggak bisa kita membelah masyarakat, membelah sistem sosial yang sudah terbentuk bagus. Jangan sampai diobrak abrik hanya karena Pilgub. Sayang, investasi sosial kita mahal," ujar dia.

    Ganjar Pranowo juga meminta maaf kepada masyarakat karena selama kampanye bisa saja ada yang sakit hati. "Kepada pendukung Ganjar-Yasin, dan pendukung Pak Dirman dan Mba Ida, saya juga sekaligus menyampaikan permohonan maaf kalau saat kampanye kemarin ada yang terluka, ada yang sakit, ada yang tidak berkenan di hati," kata Ganjar.

    Simak penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 di quickcount.tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe