TPS Hantu di Semarang Ramaikan Pilkada Jawa Tengah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua petugas KPPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah mengenakan busana hantu, di TPS 7, Kelurahan Randusari, Semarang, Rabu, 27 Juni 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    Dua petugas KPPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah mengenakan busana hantu, di TPS 7, Kelurahan Randusari, Semarang, Rabu, 27 Juni 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Semarang - Beragam cara digunakan untuk menarik minat warga mencoblos di Pilkada 2018. Contohnya di Kota Semarang dimana terdapat Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertema horor.

    Di TPS tersebut, para petugas pemungutan suara berkostum ala hantu seperti kuntilanak, pocong, wewe gombel, hingga dua algojo penjaga pintu ikut dipamerkan. Suasana mistis juga dibangun dengan memutar musik bernuansa seram.

    Baca: Pilgub Jatim, Khofifah Minta Relawan Kawal TPS

    Ketua KPPS TPS 7 Kelurahan Randusari, Krisyanto mengatakan tema horor diangkat untuk menarik minat warganya mencoblos. Di TPS tersebut terdapat 340 pemilih.

    "Tema ini dulu sempat ada tapi di sekitar Makam Mbah Nyai Berintik. Sekarang sudah ada gedung sendiri, jadi di sini. Warga mengonsep, karena kami ada di komplek Makam Bergota," ujar Krisyanto di TPS 7 Kampung Gunung Berintik, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Rabu, 27 Juni 2018.

    Di sisi depan, kata Krisyanto, TPS dijaga dua algojo yang diperankan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). Settingan makam di dalam turut didukung dengan nuansa wewangian bunga mawar, dan beberapa pajangan bunga di sekeliling TPS.

    Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono mengatakan desain TPS tersebut merupakan inisiatif warga. Pihaknya hanya menyelenggarakan dana untuk membuat TPS standar.

    Baca: Uu Ruzhanul Ulum Berdoa Lebih Panjang Menjelang Pencoblosan

    "Masyarakatnya ternyata kreatif begini. Kami senang, karena saat datang di sini yang terkuak adalah kebahagiaan mencoblos, bukan lagi persaingan. Ini juga salah satu menarik angka partisipasi," kata Henry.

    Kota Semarang, kata Henry, menarget angka partisipasi pemilih 77,5 persen dalam Pilgub. Di Kota Atlas sendiri terdapat 1.114.643 daftar pemlih tetap (DPT).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.