Soekarwo Sebut Pilkada Jawa Timur Dipantau KPU Negara Lain

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mendengarkan berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat mengunjungi lokasi pengeboman di Surabaya, Ahad, 13 Mei 2018.  Rusmin - Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo mendengarkan berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat mengunjungi lokasi pengeboman di Surabaya, Ahad, 13 Mei 2018. Rusmin - Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan pemilihan kepala daerah atau Pilkada Jawa Timur menjadi ajang pembelajaran Komisi Pemilihan Umum atau KPU negara lain. Tercatat ada 24 KPU dari luar negeri plus 150 orang peserta melakukan yang mengawasi Pilkada Jawa Timur. 

    “Saya merasa bersyukur, karena hal tersebut yang menjadi indikator kedewasaan politik di Jawa Timur,” kata Pakde Karwo, sapaan Soekarwo, setalah mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 22 di dekat rumahnya, blok S Kertajaya Indah Timur, Rabu, 27 Juni 2018.

    Simak: Masyarakat Diminta Lapor Jika Ada Anggota TNI Tidak Netral dalam Pilkada

    Menurut dia, masyarakat Jawa Timur memiliki tradisi berpolitik yang lebih dewasa. “Hal tersebut sesuai dengan kualitas sumber daya manusia yang meningkat juga,” kata dia. Alasan lain, Soekarwo melihat masyarakat Jawa Timur lebih menerima perbedaan. 

    Baca Juga: Pilkada Serentak, Polisi Sebut Lima Daerah Rawan 

    Sejauh ini, Pakde Karwo mengatakan tingkat keamanan pelaksanaan Pilkada Jawa Timur sangat kondusif. Tidak hanya polisi, ada beberapa daerah yang juga dijaga oleh TNI. Sebanyak 12 ribu TNI yang dikerahkan atas permintaaan polisi.

    Pantau hasil hitung cepat Tempo bersama LSI Denny JA, Indo Barometer, dan Charta Politika di sini

     Soekarwo juga meminta masyarakat tidak gaduh setelah hitung cepat Pilkada Jawa Timur muncul. Kepastian hasil pemungutan suara dapat dilihat pada tanggal 3 Juli 2018 untuk mengetahui perhitungan yang sebenarnya. “Jika terjadi perbedaan atau sengketa dalam pelaksanaan, harap selesaikan secara hukum,” kata dia.

    CANDRIKA RADITA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.