Polri dan TNI Kompak Jamin Netralitas di Pilkada Serentak 2018

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di  Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Wakalpolri Komisaris Jenderal Syafruddin saat meninjau situasi arus mudik di Stasiun Gambir Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin menjamin Polri akan bersikap netral saat pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak 2018 yang berlangsung esok hari. "Oh, ya pasti itu semua netral," katanya saat ditemui di Kompleks Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.

    Syafruddin mengamini jika lembaganya yang paling disorot soal netralitas tiap pemilihan umum berlangsung. Pasalnya anggota polri bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam menjalankan tugas-tugasnya. "Memang aparat keamanan, terutama Polri, yang rentan disoroti tentang netralitas," ucapnya.

    Baca juga: SBY Ungkap Praktik Ketidaknetralan TNI, BIN, dan Polri di Pilkada

    Ia mengimbau kepada seluruh jajarannya agar menerima jika ada pihak yang bersikap skeptis terkait netralitas Polri. Menurut dia, hal itu baik untuk memperbaiki kinerja kepolisian. "Sudah saya sampaikan berbagai pihak itu otokritik dan itu semua harus diterima," tuturnya.

    Senada dengan Syafruddin, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono menjamin netralitas tentara. TNI, kata dia, dari dulu sudah bersikap netral tiap ada perhelatan pemilu atau pilkada sebabnya tidak perlu diragukan lagi

    "Kalau ada orang lain yang meragukan itu, ya itu kekhawatiran aja. TNI sudah jelas komitmennya," kata dia.

    Sebelumnya, Presiden Indonesia ke-6 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan lembaga negara seperti Badan Intelijen Negara, TNI, dan Polri tidak netral saat pilkada.

    Baca juga: Polri Bentuk Tim Khusus Pendampingan Daerah Rawan Pilkada 2018

    SBY mencontohkan saat berlangsung Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. SBY menilai ada keganjilan saat polisi berkali-kali memanggil calon wakil gubernur usungan Partai Demokrat, Sylviana Murni, dan suaminya, Gede Sardjana.

    Namun dalam cuitan terakhir di akun Twitter-nya @SBYYudhoyono, SBY mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menegaskan netralitas Polri di Pilkada serentak 2018. "Bapak Kapolri Jenderal Tito Karnavian, terima kasih atas instruksi tegasnya bagi netralitas Polri. Rakyat pasti bersyukur & sejarah akan mencatatnya dgn tinta emas. *SBY*."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.