Senin, 22 Oktober 2018

Pilkada Serentak 2018, PDIP Akui Berat di Jawa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kader dan simpatisan PDI Perjuangan saat mengikuti Apel Siaga PDI Perjuangan Setia Megawati, Setia NKRI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Kader dan simpatisan PDI Perjuangan saat mengikuti Apel Siaga PDI Perjuangan Setia Megawati, Setia NKRI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Hendrawan Supratikno membeberkan kans kemenangan dalam pemilihan kepala daerah alias pilkada serentak 2018 di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

    Hendrawan mengakui PDIP kesulitan memenangi pilgub di ketiga provinsi besar ini. Di Jawa Barat, misalnya, Hendrawan mengatakan peluang untuk menang cukup berat. "Elektabilitas pasangan calon kami terus naik. Mudah-mudahan tidak mengecewakan meski kans menang memang berat," katanya kepada Tempo, Senin, 25 Juni 2018.

    Baca: SBY Tuding Tiga Lembaga Tidak Netral, PDIP: Jangan Asal Tuding

    Di Jawa Barat, PDIP mengusung pasangan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan. Elektabilitas pasangan ini sekitar 5 persen menurut beberapa lembaga survei. Jauh dari kandidat lain.

    Di Jawa Timur, Hendrawan melanjutkan, peluang menang masih ada. Merujuk beberapa lembaga survei, elektabilitas pasangan yang diusung koalisi PDIP, pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, kalah tipis dari pesaingnya, Kofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

    Hasil survei Charta Politika pada 23-29 Mei lalu, misalnya, mencatat elektabilitas Gus Ipul-Puti 43,8 persen, sedangkan Khofifah-Emil 44,6 persen. Selisih keduanya masih berada pada rentang margin of error 2,8 persen.

    Simak: Bagaimana Hasil Survei Pilkada Serentak?

    Hendrawan mengatakan PDIP memproyeksi selisih akhir hasil pilgub nanti juga tak akan terpaut jauh. "Siapa pun yang menang, marginnya hanya 3 sampai 4 persen, tipis," ujarnya.

    PDIP jauh lebih optimis di pilgub Jawa Tengah. Di daerah yang menjadi basis massa partai berlambang kepala banteng ini, pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen diunggulkan semua survei.

    Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Tengah Bambang "Pacul" Wuryanto menuturkan elektabilitas Ganjar-Yasin berada di angka 63 persen. Angka itu diperoleh dari hasil survei harian yang dilakukan PDIP pada Sabtu, 23 Juni.

    "Komposisinya Ganjar 63 persen, Sudirman Said 26,2 persen, undecided voter 10,8 persen," ucapnya ketika dihubungi pada Senin.

    Baca juga: Bawaslu Sebut ASN Tiga Daerah Ini Tidak Netral

    Bambang mengatakan survei itu melibatkan 700 responden yang diwawancara langsung dengan metode multistage random sampling, margin of error 3,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Dari ketiga proyeksi di atas, PDIP berharap bakal mendapat kontribusi suara dari pemilih mengambang saat hari H pilkada serentak 2018. "Bila asumsi kami benar bahwa konstituen kami jarang terjangkau survei atau masuk undecided voter, kami optimis hasilnya jauh lebih baik daripada perkiraan awal," tutur Hendrawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.