Pilkada 2018, Kapolri Jamin TPS Aman dari Aksi Teror

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian pantau TPS 03 Kelurahan Pulo, 15 februari 2017. INGE KLARA/TEMPO

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian pantau TPS 03 Kelurahan Pulo, 15 februari 2017. INGE KLARA/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menjamin Tempat Pemungutan Suara atau TPS aman untuk didatangi oleh masyarakat saat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, termasuk dari ancaman serangan teroris atau aksi teror.

    "Masyarakat tidak perlu khawatir, yang jelas TPS aman untuk didatangi saat pilkada serentak," kata Tito di Mabes Polri pada Senin, 25 Juni 2018.

    Baca: Terduga Teroris Anggota JAD Rencanakan Aksi Teror Saat Pilkada

    Pernyataan itu disampaikan Tito menanggapi adanya pergerakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berencana akan melakukan aksi teror saat pilkada. Sampai Ahad lalu, polisi telah menangkap 13 terduga teroris yang diduga hendak berbuat aksi teror saat pilkada.

    Baca: Lagi, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lampung

    Tito mengatakan kepolisian sudah mendeteksi adanya gerakan-gerakan tersebut. Polisi juga telah melakukan tindakan preventif dengan adanya sejumlah penangkapan dalam beberapa hari terakhir. Para terduga teroris berencana akan melakukan aksi teror di Pilkada Jawa Barat.

    Menurut Tito, para terduga teroris ini mengincar pilkada karena pelaksanaan pesta demokrasi itu bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh JAD. Mereka menganggap pesta demokrasi ini adalah pesta syirik, lantaran buatan manusia. "Pesta demokrasi ini tidak sesuai dengan nilai-nilai mereka anut, mereka menganggap sistem ini buatan manusia, mereka menganggap ini suatu yang syirik," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.