Senin, 17 Desember 2018

Golkar Proyeksikan Menangi Pilgub di Mayoritas Provinsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto didampingi jajaran pengurus partai menyampaikan keterangan pers terkait Pilkada Serentak 2018 di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin, 25 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto didampingi jajaran pengurus partai menyampaikan keterangan pers terkait Pilkada Serentak 2018 di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin, 25 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar memproyeksikan kemenangan di mayoritas provinsi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan dari 17 pilgub, Golkar memperkirakan akan memenangi setengahnya.

    "Lebih dari lima puluh persen provinsi yang kami plot berpotensi menang," kata Lodewijk di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat pada Senin, 25 Juni 2018.

    Baca: Pilkada Serentak 2018, Golkar Targetkan Menang 56 Persen

    Lodewijk enggan membeberkan berapa tepatnya dan di mana saja Golkar berpotensi menang. Namun ia tak menampik bahwa Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur termasuk dalam yang diproyeksikan menang itu. "Jabar Jatim insya Allah," kata dia.

    Hasil sigi sejumlah lembaga survei sebelumnya menunjukkan kandidat yang diusung Golkar di pilgub Jawa Barat dan Jawa Timur unggul dan kalah tipis dari para pesaingnya. Selisih para kandidat itu biasanya masih berada di rentang margin of error.

    Hasil survei Charta Politika pada 23-29 Mei lalu, misalnya. Survei itu mencatat elektabilitas pasangan yang diusung Golkar di pilgub Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebesar 44,6 persen. Adapun elektabilitas pesaingnya, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno sebesar 43,8 persen. Margin of error survei itu sebesar 2,83 persen.

    Baca: SBY Tuding TNI, BIN, Polisi Tidak Netral, Golkar: Lapor Bawaslu

    Begitu juga yang terjadi di pilgub Jawa Barat. Merujuk survei yang sama, pasangan jagoan Golkar Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi kalah tipis dari Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Elektabilitas Deddy-Dedi sebesar 34,5 persen, sedangkan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul sebesar 37,3 persen.

    Lodewijk mengatakan partainya terus berupaya menggaet suara pemilih. Menurut dia, Golkar sudah menggerakkan mesin partai di semua tingkatan untuk memenangkan para kandidat yang diusung.

    Mesin partai itu, kata Lodewijk, meliputi para pengurus di tingkat daerah, anggota legislatif, calon legislatif, dan kader yang menjadi kepala daerah. "Satu hari terakhir, besok kesempatan mereka bergerak optimal," ujarnya.

    Baca: Bersama Golkar, Partai Demokrat Bicarakan Peluang JK Capres 2019

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Golkar menargetkan kemenangan sebesar 56 persen dalam pilkada 27 Juni nanti. Target itu merupakan hasil perhitungan mutakhir berdasarkan berbagai perkembangan terkini. Airlangga pun menyampaikan hal senada ihwal pilgub Jatim.

    Airlangga mengatakan dari kampanye terakhir di Probolinggo, Jawa Timur, dia menilai antusiasme masyarakat terhadap Khofifah dan Emil tinggi. "Dari berbagai monitor yang ada insya Allah dimenangkan," ujarnya.

    Adapun ihwal pilgub Jawa Barat, Airlangga mengatakan mesin partai sudah bergerak. Buktinya, kata dia, pergerakan elektabilitas kandidat yang semula tidak unggul. "Flashback ke awal, Partai Golkar di Jabar dan juga Sulsel bukan pada posisi yang unggul, tetapi hari ini sudah bisa mengungguli. Ini membuktikan mesin partai bergerak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".