PKS Berharap Isu Korupsi Bisa Kerek Suara Sudirman Said

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Mardani Ali Sera. Mardani adalah kader Partai Keadilan Sejahtera. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Bakal calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Mardani Ali Sera. Mardani adalah kader Partai Keadilan Sejahtera. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku optimis dapat menggaet suara untuk memilih Sudirman Said dan Ida Fauziyah dalam Pilgub Jawa Tengah 2018. Mardani mengklaim seluruh pemilih di daerah pantai utara Jawa sudah melabuhkan pilihan ke Sudirman-Ida.

    "Nelayan setuju dengan kebijakan Pak Sudirman dan Mbak Ida yang ingin menghapus larangan cantrang," kata Mardani dalam acara rilis hasil survei pemilihan kepala daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur oleh Roda Tiga Konsultan, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juni 2018.

    Baca: Survei: Ganjar Pranowo Unggul Tapi Undecided Voters Tinggi

    Mardani menanggapi hasil survei Roda Tiga Konsultan yang menyebut elektabilitas Sudirman-Ida hanya sebesar 11,9 persen, terpaut cukup jauh dari pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen yang meraih 42,7 persen dukungan.

    Hasil sigi pada 28 Mei-2 Juni lalu itu mencatat Sudirman-Ida tak unggul di semua segmen dan demografi pemilih. Direktur Riset Roda Tiga Konsultan Rikola Fedri pun mengatakan bakal berat bagi Sudirman-Ida untuk mengalahkan Ganjar-Yasin.

    Mardani mengatakan, pasangan Sudirman-Ida masih dapat memainkan isu korupsi untuk menggaet pemilih. Setelah adanya tiga kepala daerah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang terjerat isu korupsi belakangan ini, Mardani meyakini peta pemilih di provinsi basis partai banteng itu bakal berubah.

    Baca: Prabowo Akan Tutup Kampanye Sudirman Said-Ida Fauziyah

    Pendapat senada juga dikemukakan politikus Partai Gerindra Habiburokhman. Dia meyakini penangkapan tiga kepala daerah secara berturut-turut itu bakal berpengaruh signifikan. Apalagi, kata dia, Gubernur Jawa Tengah sekaligus calon inkumben Ganjar Pranowo beberapa kali dipanggil menjadi saksi dalam perkara korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Isu korupsi saya pikir akan cukup berpengaruh," ujar Habiburokhman di lokasi yang sama.

    Habiburokhman menambahkan, partainya masih dapat menggaet undecided voters yang masih tinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan survei Roda Tiga Konsultan, responden yang belum menentukan pilihan masih cukup tinggi di angka 45,4 persen. Jika merujuk hasil pertanyaan survei elektabilitas terbuka (top of mind), undecided voters sebesar 59 persen.

    "Saya berharap itulah suara kami di antara 50 persen itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.