Megawati Minta Rakyat Jawa Timur Menangkan Puti Guntur Soekarno

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri memberikan pengarahan kepada kader dan simpatisan saat menghadiri Apel Siaga PDI Perjuangan Setia Megawati, Setia NKRI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. Apel ini diikuti sekitar 70 ribu kader PDI Perjuangan Jawa Tengah. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri memberikan pengarahan kepada kader dan simpatisan saat menghadiri Apel Siaga PDI Perjuangan Setia Megawati, Setia NKRI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. Apel ini diikuti sekitar 70 ribu kader PDI Perjuangan Jawa Tengah. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kader partai dan rakyat Jawa Timur memenangkan cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno dalam Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jatim 2018.

    "Saya bilang ke ayah saya, meminta izin, terjunkan salah satu cucu kamu, Puti Guntur. Saya minta rakyat Jatim untuk dapat hargai Bung Karno dengan memenangkan cucunya," katanya di sela-sela acara Haul ke-48 Soekarno, di makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu sore 20 Juni 2018.

    Baca: Puti Guntur dan Gaya Pidato ala Soekarno

    Puti Guntur Soekarno menjadi calon wakil gubernur yang berpasangan dengan calon gubernur Saifullah Yusuf. Awalnya PDIP memasangkan Saifullah Yusuf dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Namun Anas di tengah jalan mundur dan digantikan Puti Guntur.

    Megawati mengungkapkan, sengaja mengutus Puti Guntur Soekarno berpasangan dengan calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di Pilkada Jatim 2018. Pasangan ini adalah merupakan kombinasi dari kaum nasionalis dan santri.

    Baca: Cerita Hadi Tjahjanto Soal Patung Pancoran, Soekarno dan Jasmerah

    Menurut Megawati, hubungan antara kalangan nasionalis dan santri sudah terbina sejak dulu, era ayahnya dengan para kiai NU. Misalnya KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, hingga KH Wahid Hasyim. Hubungan ini terbina cukup bagus.

    Bahkan, ketika dirinya masih kecil, ada tamu yang dinilai dari baju lain dari biasanya, sebab tamu ayahnya itu mengenakan sarung dan alas kaki sendal jepit. Ia sempat bertanya ke ayahnya, hingga dirinya dibawa ke luar ruangan dan dengan tegas diungkapkan bahwa tamu itu adalah kiai, yang merupakan tokoh agama.

    Baca juga: Puti Guntur Soekarno Minta Kaum Millenial Teladani WR Supratman

    Megawati juga menilai, ayahnya sebenarnya juga santri. Bahkan, sejak umur 15 tahun sudah menjadi santri ke berbagai kiai. Bermula ketika sang kakek Raden Soekemi Sosrodihardjo menitipkan ayahnya di rumah ulama, HOS Cokroaminoto, lalu belajar ke KH Ahmad Dahlan, Kh Hasyim Asy'ari, dan bertemu ulama Islam lainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.