Pimpin Apel Siaga Partai Demokrat, SBY Sampaikan Pesan Pilkada

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi istri Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berjalan meninggalkan Petilasan Tribuana Tuggadewi di Desa Klinterejo, Sooko, Mojokerto, Jawa Timur, 2 April 2018. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi istri Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono berjalan meninggalkan Petilasan Tribuana Tuggadewi di Desa Klinterejo, Sooko, Mojokerto, Jawa Timur, 2 April 2018. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Madiun - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menginstruksikan semua pasangan calon kepala daerah yang diusung partainya tidak mengobral janji ketika berkampanye. Pesan politik ini disampaikan SBY sepekan sebelum hari pencoblosan pemilihan kepala daerah.

    “Jangan berjanji berlebihan dan muluk-muluk yang justru sulit mewujudkannya,” kata SBY ketika konferensi pers seusai apel siaga kader Partai Demokrat di Wisma Haji Kota Madiun, Jawa Timur, Senin petang, 18 Juni 2018.

    Baca Juga: Partai Demokrat Yakin Pilkada Jawa Barat Akan Berlangsung Aman

    Menurut dia, calon pemimpin dituntut mampu membuktikan janji-janjinya dalam menyejahterakan masyarakat. “Apa yang dijanjikan, itu yang dilaksanakan. Ini etika dan moral politik dalam demokrasi dan pemilihan umum," ujar Presiden Indonesia ke-6 ini.

    SBY juga meminta para calon kepala daerah, yang diusung Partai Demokrat, berjiwa ksatria. Dia juga minta agar kejujuran diutamakan ketika berkompetisi dalam pemilu. Apalagi kandidat gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota yang diusung partai berlogo mercy itu dinilai andal serta memiliki kecakapan dan kemampuan memimpin daerah.

    Baca Juga: Sebelum Pilkada 2018, SBY dan Prabowo Akan Bertemu

    Selain itu, SBY berharap aparat pemerintah, yakni birokrasi, kepolisian, intelijen, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), menjaga netralitasnya dengan tidak mendukung pasangan calon dalam pemilihan umum. Terlebih, kata dia, mereka telah mengucapkan sumpah jabatan untuk tidak terlibat dalam politik praktis. “Dengan kerendahan hati, saya mengingatkan kepada jajaran aparat negara tidak mengingkari sumpah jabatan. Terlebih sebagai prajurit Sapta Marga, anggota kepolisian, dan intelijen negara,” ucapnya.

    Apabila hal itu sampai terjadi, SBY menyatakan pelanggaran semacam itu dapat mencederai reformasi yang diperjuangkan 20 tahun silam. Sebelum masa reformasi, ia melanjutkan, aparat keamanan kerap dituntut memenangkan partai politik tertentu. Selain itu, mereka harus selalu berpihak kepada kekuasaan.

    Baca Juga: Pilkada Jawa Tengah, Muhaimin Minta Kadernya Menangkan Sudirman Said

    “Saya salah satu pelaku reformasi yang ingin mengakhiri ketidaknetralan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) waktu itu, yang sekarang bernama TNI, Polri (Kepolisian RI), dan intelijen. Roh, jiwa, dan semangat reformasi jangan dicederai," tutur SBY.

    Apel siaga Partai Demokrat diikuti ribuan kader dari sejumlah daerah. Selain itu, semua calon kepala daerah yang diusung partai itu di Jawa Timur juga turut hadir. Calon kepala daerah itu di antaranya calon Wali Kota Madiun, Maidi; calon Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputra; dan calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.