Alasan Tjahjo Kumolo Ajukan Lagi Iriawan Jadi Gubernur Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Stefanus Teguh Edi Pramono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) memasang tanda pangkat kepada pejabat sementara Gubernur Jawa Barat, Komjen M. Iriawan (kanan), saat pelantikan di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin, 18 Juni 2018. Kementerian Dalam Negeri menunjuk Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) M. Iriawan sebagai pejabat sementara Gubernur Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) memasang tanda pangkat kepada pejabat sementara Gubernur Jawa Barat, Komjen M. Iriawan (kanan), saat pelantikan di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin, 18 Juni 2018. Kementerian Dalam Negeri menunjuk Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) M. Iriawan sebagai pejabat sementara Gubernur Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan penunjukan Sekretaris Utama Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan sudah sesuai aturan. Dia meminta keputusan itu tak dicurigai.

    “Loh itu kan orang curiga, belum-belum curiga. Tak mungkin saya mengusulkan orang yang kemudian menjerumuskan Bapak Presiden,” kata dia di Bandung, Senin, 18 Juni 2018.

    Baca: Pemuda Muhammadiyah Kritik Tjahjo Kumolo soal Penunjukan Iriawan

    Tjahjo Kumolo mengakui, nama Iriawan sempat masuk kotak saat penunjukannya yang kala itu masih menjabat Asisten Bidang Operasi Kapolri menimbulkan polemik. Menurut Tjahjo, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan juga menyatakan perwira TNI dan Polri tak perlu menjadi penjabat kepala daerah untuk menjaga netralitas.

    Baca: Jokowi Teken Pengangkatan Iriawan sebelum Lebaran

    Tapi nama tersebut kembali disodorkan Tjahjo kepada Presiden Joko Widodo setelah Iriawan menjadi pejabat polisi non-aktif dengan menjadi Sekretaris Utama Lemhannas. “Dengan Iriawan dimutasikan dari pejabat aktif Mabes Polri ke lembaga yang struktural eselonnya sama dengan dirjen, gak masalah,” kata Tjahjo.

    Baca: Timses Deddy Mizwar Optimistis Unggul 6-8 Persen di Pilgub Jabar

    Tjahjo mengaku sengaja menemui Gubernur Lemhannas Agus Widjojo untuk meminta Iriawan menjadi penjabat Gubernur Jawa Barat. “Karena dia anak buahnya Gubernur Lemhannas, menghadap beliau (Agus Widjojo) minta izin,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

    Dirjen Otomoni Daerah Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono mengatakan, polemik muncul karena Iriawan sebelumnya menjadi polisi aktif dengan jabatan Asisten Bidang Operasi Kapolri. Setelah Iriawan menjabat Sekretaris Utama Lemhannas, ujar Soni, posisinya berubah menjadi aparatur sipil negara atau ASN. Menurut Soni, Peraturan Pemerintah No 21 tahun 2002 juga mengatur Iriawan tidak perlu mengundurkan diri dari kepolisian. “Pak Iriawan itu menjadi penjabat gubernur bukan karena dia polisi, tapi karena posisinya sebagai Sekretaris Utama Lemhannas."

    Soni mengatakan perpindahan Iriawan ke Lemhannas juga merupakan keputusan Kepala Kepolisian RI. Dia menjamin Iriawan akan tetap menjaga netralitas. Pun Soni mengatakan kompetensi Iriawan tak perlu diragukan. Sebabnya, Iriawan adalah orang asli Jawa Barat, dan pernah menjadi Kapolda Jawa Barat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.