Jumat, 17 Agustus 2018

Ida Fauziyah Sebut Pendidikan Perempuan Jawa Tengah Masih Minim

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PP Fatayat NU, Ida Fauziyah mengisi acara dalam kegiatan memperingati Isra Miraj, di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 26 Juni 2014. Fatayat NU meminta masyarakat Indonesia untuk memilih pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum PP Fatayat NU, Ida Fauziyah mengisi acara dalam kegiatan memperingati Isra Miraj, di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, 26 Juni 2014. Fatayat NU meminta masyarakat Indonesia untuk memilih pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah mengatakan peran perempuan di Jawa Tengah perlu didukung pemerintah. Sebab, dia beranggapan pendidikan perempuan di Jateng masih di bawah harapan.

    "Seorang ibu harus bisa menyiapkan anak-anak yang akan membuat sejahtera lahiriah, maupun batiniah. Namun ternyata pendidikan di Jawa Tengah ini menunjukkan rata-rata belum lulus SMP. Apalagi kaum perempuan, lebih rendah lagi," ujar Ida dalam 'Ngaji Bareng Ida Fauziyah' di Gedung Muslimat NU Kudus, Jumat 1 Juni 2018.

    Baca: Taj Yasin dan Ida Fauziyah Berdebat Seru Soal Kewenangan Provinsi

    Ida berujar, ibu zaman kini harus bisa menjawab tantangan zaman yang terus berubah.  Menurut Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini, kemampuan menjawab tantangan zaman itu sangat penting untuk untuk menyiapkan generasi penerus ke depan, utamanya di era pesatnya perkembangan teknologi.

    Pasangan Sudirman Said dalam Pilgub Jateng ini menegaskan, kemajuan teknologi membuat siapapun bisa belajar dan mencari informasi dengan mudah. Hal positif dan negatif akan berdatangan, sehingga ibu harus bisa menyaring hal apa saja yang berfaedah bagi generasi penerusnya.

    Peran ibu, jelas Ida, memantau dan memberikan pengarahan pada anak-anaknya. Ia mengatakan, salah satunya ibu harus bisa mendeteksi awal akan pengaruh-pengaruh teknologi terutama jika mengarah pada hal negatif.

    "Tentu jika orang tuanya paham teknologi dan kuat paham keagamaannya, akan bisa memberikan penjelasan yang benar bagi anak-anaknya," ucapnya.

    Baca: Begini Ganjar Pranowo dan Ida Fauziyah Tanggapi Video Kemiskinan

    Dengan penjelasan yang tepat, dia berharap, bisa meminimalisasi anak agar tidak terjebak dalam paham radikal yang terkadang berujung pada aksi nekat, seperti melakukan aksi teror bom. Hal lain yang juga diwaspadai adalah konten pornografi dan kekerasan yang bisa terpapar pada anak yang belum bisa menyikapinya secara matang.

    "Orang tua adalah ujung tombak, karena guru di sekolahnya memiliki banyak keterbatasan. Makanya, orang tua juga harus punya bekal yang cukup, baik pendidikan maupun kesehatan," kata Ida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.