Sudirman Said Sayangkan Ucapan Petinggi PDIP soal Radar Bogor

Pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Tengah yakni Sudirman Said-Ida Fauziah mengikuti acara Debat Terbuka Pigub Jawa Tengah putaran ke-2 di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/5). TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Semarang - Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyayangkan ucapan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, atas kasus yang menimpa Radar Bogor. Menurutnya, pemimpin tidak semestinya menebarkan ancaman baik fisik maupun verbal.

"Pemimpin semestinya bisa bersikap bijak. Mencari solusi terbaik. Bukan malah memanasi orang-orang yang dipimpinnya. Mudah-mudahan itu bukan budaya di lingkungannya. Kalau itu merupakan budaya dan tata nilai yang diyakini, maka kita dalam bahaya besar," ujar Sudirman melalui siaran persnya di Tegal, Jumat 1 Juni 2018.

Baca: KPK Periksa Politikus PDIP, Bambang Wuryanto dalam Suap PUPR

Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul sebelumnya mengeluarkan statemen mengenai reaksi kader PDIP yang menggeruduk kantor harian Radar Bogor karena pemberitaan soal Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bambang yang juga merupakan Sekretaris Fraksi PDIP DPR mengatakan jika ada di Jawa Tengah, kantor Radar Bogor bisa rata dengan tanah.

Sudirman mengatakan, menebar ancaman untuk melakukan kekerasan fisik merupakan indikasi rendahnya moral dan akhlak. Hal itu juga bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, utamanya sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kritik Radar Bogor mengenai gaji pimpinan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dijabat Megawati semestinya tak diselesaikan dengan penggerudukan. Bahkan, Pancasila yang menjadi ideologi negara mengajarkan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan masalah, bukan dengan kekerasan dan menebar ancaman.

Baca: Ayo Obah, Program Sudirman Said yang Mengadopsi OK OCE

Di era demokrasi, kata Sudirman, para pihak memang berkewajiban melakukan cek dan ricek untuk menjaga keseimbangan. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers memiliki fungsi penyeimbang, serta mengoreksi hal hal yang melanggar kepatutan. "Pers kita butuhkan untuk menjaga kebebasannya agar masyarakat dapat terus berpijak pada kewajaran,” ujar Sudirman.

Dia berucap, peristiwa yang dialami Harian Radar Bogor diharapkan tak membuat insan pers menjadi takut menyampaikan kritik dan kebenaran. Menurutnya, masyarakat butuh pers yang berani menyuarakan hati nurani mereka. "Kalau pers menjadi takut menyampaikan kritik, itu tanda-tanda demokrasi kurang sehat. Demokrasi dalam bahaya," ujar Sudirman.






Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

4 jam lalu

Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

PSI menyatakan dukungan mereka terhadap Ganjar Pranowo murni aspirasi dari masyarakat.


Surya Paloh Berencana Kunjungi Megawati, Berharap Diterima dengan Baik

17 jam lalu

Surya Paloh Berencana Kunjungi Megawati, Berharap Diterima dengan Baik

Surya Paloh berharap suasana kebatinan maupun penerimaan dari PDIP sama seperti yang dirasakannya kala menyambangi Golkar hari ini.


Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

18 jam lalu

Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

Rencana Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang ingin terjun ke dunia politik menuai beragam respons dari banyak parpol. Siapa siap tampung?


Koalisi Pengusung Anies Baswedan: Berapa Persentase Presidential Threshold NasDem, Demokrat, dan PKS?

1 hari lalu

Koalisi Pengusung Anies Baswedan: Berapa Persentase Presidential Threshold NasDem, Demokrat, dan PKS?

Berapa persentase presidential threshold Nasdem, PKS, dan Drmokrat untuk mengusung Anies Baswedan bakal Capres 2024?


Fakta Kedekatan Anies Baswedan dan Sudirman Said: Saling Puji hingga Makan Bareng di Warteg

1 hari lalu

Fakta Kedekatan Anies Baswedan dan Sudirman Said: Saling Puji hingga Makan Bareng di Warteg

Kedekatan Anies Baswedan dan Sudirman Said sudah terjalin sejak lama. Mulai dari saling puji hingga makan bareng di warteg.


Agenda Jokowi di Rabu Pon: Hadiri Acara Perbankan, Internal, dan Terbang ke Bali

1 hari lalu

Agenda Jokowi di Rabu Pon: Hadiri Acara Perbankan, Internal, dan Terbang ke Bali

Besok Rabu Pon, 1 Februari 2023 disebut-sebut akan jadi momen Jokowi umumkan reshuffle. Istana mengatakan agenda Jokowi besok ke Bali.


Ditanya Soal Evaluasi Menteri, Bahlil: Sesama Sopir Angkot Dilarang Saling Mendahului

1 hari lalu

Ditanya Soal Evaluasi Menteri, Bahlil: Sesama Sopir Angkot Dilarang Saling Mendahului

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara hari ini. Dia mengaku tak tahu soal isu reshuffle.


Gibran dan Megawati Bahas Kaesang Pangarep: Beliau yang Mulai Pembicaraan

1 hari lalu

Gibran dan Megawati Bahas Kaesang Pangarep: Beliau yang Mulai Pembicaraan

Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan dalam pertemuannya dengan Megawati Soekarnoputri di Semarang sempat membahas tentang Kaesang Pangarep.


Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Airlangga: Politik Tunggu Rabu

1 hari lalu

Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Airlangga: Politik Tunggu Rabu

Airlangga meminta media menunggu hari Rabu untuk mendapatkan kabar politik terbaru. Pernyataan ini dilontarkan di tengah isu reshuffle Kabinet


Bertemu Megawati di Semarang, Gibran Akui Dapat Pesan dan Arahan

1 hari lalu

Bertemu Megawati di Semarang, Gibran Akui Dapat Pesan dan Arahan

Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapatkan banyak pesan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, saat bertemu di Semarang