Sabtu, 23 Juni 2018

Ayo Obah, Program Sudirman Said yang Mengadopsi OK OCE

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sudirman Said saat pencalonan dirinya sebagai cagub Jawa Tengah (Jateng) 2018 yang dideklarasikan oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, 13 Desember 2017. TEMPO/Subekti.

    Sudirman Said saat pencalonan dirinya sebagai cagub Jawa Tengah (Jateng) 2018 yang dideklarasikan oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, 13 Desember 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziah meluncurkan program Ayo Obah di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah atau Pilgub Jateng 2018. Gerakan ini bertujuan menciptakan wirausahawan baru di Jawa Tengah.

    Program ini mengadopsi One Kecamatan One Center for Enterpreneurship atau OK OCE yang digagas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta.

    "Ya, termasuk bagaimana masyarakat bisa memahami bisa dapat modal. Baik perbankan dengan memanfaatkan BUMD seperti Bank Jateng. Karena kalau mengandalkan APBD saja tidak cukup," ujar Sudirman Said di Posko Pemenangan Sudirman-Ida di Jalan Pamularsih Semarang, Kamis 31 Mei 2018.

    Baca juga: Pilkada Jawa Tengah, Cak Imin Minta Kader Menangkan Sudirman-Ida

    Pelatihan, kata Sudirman, dilakukan para pelatih yang sudah menjalani program training of trainer (TOT) tingkat provinsi. Setidaknya 573 trainer akan melatih secara serempak di 573 kecamatan se-Jateng. Selain mengajar kewirausahaan, para trainer juga memberikan pemahaman mengenai akses permodalan.

    Sudirman berujar, permudahan akses permodalan bagi wirausaha baru dan pelaku wirausaha senior menjadi salah satu hal yang bisa meningkatkan jaringan usaha. Ia beranggapan, menjadi wirausaha juga perlu akses pasar untuk menjual produk yang diciptakan.

    Pelatihan wirausaha serempak tersebut mencakup berbagai bidang termasuk pertanian dan peternakan. Adopsi program tersebut menurut Sudirman menjadi langkah konkret untuk mengubah mindset masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, dan menurunkan angka kemiskinan.  Wirausaha dianggap menjadi salah satu upaya penekanan kemiskinan dan menyerap pengangguran di sektor non formal.

    Baca juga: Sudirman Said Mengaku Mendapat Ketidakadilan di Pilgub Jateng

    Sebelumnya, Sudirman Said juga mengadopsi program lain dari pemerintahan DKI Jakarta yakni program rumah murah dengan DP Rp 0. Hal itu hingga kini masih dikaji timnya, lantaran pengadopsian program rumah murah di Jateng memerlukan banyak penataan, salah satunya yakni tingkat keterbutuhan rumah, serta penggunaan lahan jika program bisa direalisasikan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.