Senin, 22 Oktober 2018

Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah Dukung Gus Ipul

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat mengunjungi pabrik rambut tiruan PT Hair Star Indonesia di Sidoarjo, Selasa, 17 April 2018. Foto: Istimewa

    Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat mengunjungi pabrik rambut tiruan PT Hair Star Indonesia di Sidoarjo, Selasa, 17 April 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah (IKSASS) Kawasan Banyuwangi mendeklarasikan dukungannya kepada Saifullah Yusuf atau Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

    Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Banyuwangi, Rabu malam kemarin, 30 Mei 2018.

    Turut hadir dalam pertemuan itu Nyai Djuwariyah Fawaid, istri dari almarhum KHR Fawaid Asad. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, juga ikut menghadiri pertemuan tersebut. “Kami semua sudah sepakat mendukung Gus Ipul. Ini amanah para kiai, para ulama,” ujar Nyai Djuwariyah dalam rilis yang diterima Tempo, Kamis, 31 Mei 2018.

    Baca juga: Menjelang Pilgub Jatim 2018, Gus Ipul Dekati Muhammadiyah

    Ratusan santri senior dan alumnus Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo-Situbondo membacakan ikrar untuk bekerja tulus dan sepenuh hati memenangkan Gus Ipul. Tampak hadir di antaranya santri senior Mudzakkir Abdul Fattah, Muhammad Toha, dan Mustain.

    “Jumlah alumnus Pesantren Salafiyah Syafiiyah di Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso ini puluhan ribu, belum termasuk keluarga dan simpatisan pondok. Khusus Banyuwangi ribuan. Sesuai amanat dan ikrar tersebut, kita semua siap memenangkan Gus Ipul,” ujar pengurus pondok, Masykuri.

    Dia mengklaim ini sebagai “arus balik” karena sebelumnya tokoh-tokoh pesantren tersebut selalu mendukung Khofifah dalam dua kali pemilihan gubernur sebelumnya yaitu pada 2008 dan 2013. Sementara itu, dalam bahasa Madura, Bupati Anas menambahkan, pencalonan Gus Ipul adalah amanat KHR Fawaid Asad, sebagaimana sering disampaikan Nyai Makkiyah Asad Syamsul Arifin.

    “Nyai Makkiyah juga selalu mengatakan, keputusan mendukung Gus Ipul adalah arahan Kiai Fawaid sebelum kiai meninggal,” ujar Anas yang mengambil cuti untuk berkampanye bagi Gus Ipul. Nyai Makkiyah adalah Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah sekaligus putri almarhum KHR Asad Syamsul Arifin, ulama berpengaruh NU yang juga pahlawan nasional.

    Ia adalah penyampai pesan (Isyarah) berupa tongkat dari Syaichona Kholil Bangkalan untuk KH Hasyim Asy'ari, yang merupakan pendiri NU.

    Baca juga: Kunjungi Pesantren, Gus Ipul Kampanyekan Program Madin Plus

    “Daddi ampon tak osa ragu, atorragi dek sedajana kaluarga ben tantretan sedejeh ka angguy mele Gus Ipul alampa agi dhabuna para kyai (Jadi tidak usah ragu lagi, sampaikan ke keluarga dan semuanya untuk memilih Gus Ipul sesuai amanat para ulama),” kata Anas dalam bahasa Madura. Pesantren Salafiyah Syafiiyah sendiri adalah salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Jatim. Santri, alumnus, dan keluarganya tersebar dalam jumlah besar di berbagai daerah di Jatim.

    Dalam kesempatan itu, Gus Ipul berterima kasih atas mengalirnya dukungan dari santri, alumnus, dan simpatisan Pesantren Salafiyah Syafiiyah. Dia bercerita selama sepuluh tahun terakhir menjadi wakil gubernur Jatim telah mendorong penguatan madrasah diniyah (madin). Jatim adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang mengalokasikan program dan dana khusus untuk madin.

    “Keberadaan madrasah diniyah harus kita pertahankan sampai kapan pun, untuk ikut menanamkan sikap keagamaan yang baik pada generasi bangsa,” ungkapnya. Sebanyak 10.000 guru madin juga telah mendapatkan beasiswa kuliah. “Dan ini kita terus perluas ke depan dengan menambah insentif untuk ustad/ustadzah, para guru, dan hafiz/hafizah,” kata Gus Ipul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.