Rabu, 24 Oktober 2018

Cagub Kampanye Ganti Presiden, Debat Pilgub Jabar 2018 Ricuh

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (nomor urut satu), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (nomor urut dua), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (nomor urut tiga), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (nomor urut empat) di Bandung, 13 Februari 2018. ANTARA/Novrian Arbi

    Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (nomor urut satu), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (nomor urut dua), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (nomor urut tiga), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (nomor urut empat) di Bandung, 13 Februari 2018. ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Acara debat Pilgub Jabar 2018 yang berlangsung di kampus Universitas Indonesia sempat mengalami kericuhan. Ini terjadi saat pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) menyampaikan komentar penutup.

    Pasangan yang diusung oleh PKS, Gerindra, dan PAN tersebut memamerkan sebuah kaos bertuliskan 2018AsyikMenang, 2019GantiPresiden. “Kalau 2018 Asyik menang, 2019 ganti presiden,” ujar Sudrajat di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin malam, 14 Mei 2018.

    Baca: Kampanye Sudrajat-Syaikhu, Prabowo Singgung Karakter Orang Sunda

    Pernyataan membuat pendukung pasangan TB Hasanuddin- Anton Charliyan (Hasanah) protes kepada panitia. Mereka yang sebagian besar kader PDIP langsung berteriak. “Provokasi itu, suruh minta maaf,” ujar salah pendukung pasangan nomor urut dua tersebut.

    Beberapa panitia mencoba menenangkan mereka. Namun mereka terus mendesak ke panggung mendekati pasangan calon nomor urut tiga yang berkampanye Pilpres. “Ini debat pilkada, belum ajang pilpres," teriak para pendukung Hasanah.

    Baca: Suara Pendukungnya Diincar, PDIP Anggap Kubu Ridwan Kamil Panik

    Ketua KPU Yayat Hidayat yang berusaha menenangkan tidak digubris. Presenter Alfito Deannova dan Anissa yang mengingatkan bahwa rangkaian acara belum selesai tidak membuat pendukung Hasanah tenang. Teriakan mereka makin keras untuk meminta pasangan Asyik minta maaf.

    Emosi mereka mulai mereda saat calon gubernur usungan PDIP, TB Hasanuddin mulai berbicara. Jangan merugikan diri kalian. “Urusan komentar itu biar KPU dan Bawaslu yang menilai," ujar Hasanuddin.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.