Rabu, 24 Oktober 2018

Deddy Mizwar Ingin Tingkatkan Pelayanan Air Bersih di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada acara  pengukuhan Pengurus Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jawa Barat Periode 2018-2021 di kawasan Wisata Refting Bravo Sungai Citarik, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Selasa malam, 6 Februari 2018.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada acara pengukuhan Pengurus Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jawa Barat Periode 2018-2021 di kawasan Wisata Refting Bravo Sungai Citarik, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Selasa malam, 6 Februari 2018.

    TEMPO.CO, Bandung - Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, berjanji akan meningkatkan kebutuhan air bersih semua warga Jawa Barat bila memenangi pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

    "Insya Allah air baku dan air bersih untuk irigasi menjadi program kerja kami, rata-rata 73 persen yang bisa terlayani, irigasi yang baik dan untuk penyediaan air minum bersih," kata Deddy Mizwar melalui siaran persnya, Jumat, 11 Mei 2018.

    Baca: Deddy Mizwar Janji Dorong Daerah Tertinggal di Jawa Barat

    Pria yang akrab disapa Demiz ini mengatakan ketersediaan air bersih di Jawa Barat masih rendah. Saat ini kebutuhan air bersih untuk masyarakat di Jawa Barat rata-rata baru terlayani 73 persen.

    Deddy mengatakan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar masyarakat untuk mencukupi kehidupannya, terutama mencakup faktor kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup. "Target kami bagaimana mendorong sebanyak-banyaknya bisa mengakses kebutuhan air bersih," katanya.

    Menurut dia, program tersebut harus terealisasi dengan membangun langsung secara bertahap sesuai dengan daerah yang sangat membutuhkannya. "Pembangunan ini tidak perlu ada percontohan, nanti kita data langsung bagaimana kita bangun secara bertahap di daerah mana dulu," katanya.

    Baca: Elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Naik Berkat Mesin Partai

    Deddy mengungkapkan, kekurangan air bersih terjadi karena alih fungsi lahan, sehingga tidak ada daerah resapan air dan mengakibatkan debitnya berkurang. Jika hujan deras, air di lahan yang sudah dialihfungsikan tersebut langsung jatuh ke sungai.

    "Sudah tahu ada kawasan lindung, hutan lindung itu semua daerah resapan air supaya debit air pada musim panas terus ada. Jadi kalau dulu ada kawasan yang tadinya banyak air tiba-tiba kekurangan air, pasti ada kawasan yang rusak akibat ulah manusia," kata Deddy Mizwar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.